BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Upaya membangun generasi muda yang sehat tidak cukup hanya melalui ruang kelas. Pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan remaja menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen itulah yang diwujudkan UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, Metro Utara, melalui program Penjaringan Kesehatan Pelajar yang kembali digelar di beragam sekolah, salah satunya di SMAN 3 Metro.
aktivitas tersebut merupakan bagian dari pelayanan kesehatan preventif yang bertujuan memastikan setiap peserta didik berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Melalui pemeriksaan secara menyeluruh, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, menjelaskan bahwa penjaringan kesehatan merupakan program rutin yang menjadi bagian dari pelayanan kesehatan bagi usia sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menjangkau para remaja secara langsung.
"Program ini merupakan upaya mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan pada remaja. Tujuan akhirnya adalah mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik," kata dr. Balkis kepada Kupastuntas.co, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek kesehatan secara menyeluruh. Mulai dari pendataan identitas peserta, riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan kondisi tubuh dilakukan secara sistematis oleh tenaga kesehatan.
"Setiap siswa diperiksa identitas dan riwayat kesehatannya. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan indera, pengukuran antropometri seperti tinggi dan berat badan, pemeriksaan tanda vital, hingga pemeriksaan gigi dan mulut," jelasnya.
Selain pemeriksaan fisik, para pelajar juga menjalani skrining kesehatan remaja serta skrining faktor risiko penyakit tidak menular. Langkah ini dinilai penting mengingat perubahan pola hidup remaja saat ini mulai memunculkan berbagai faktor risiko penyakit yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa.
"Kami juga melakukan skrining kesehatan remaja dan faktor risiko penyakit tidak menular. Dengan begitu, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Kami juga melakukan cek darah selain gds gula darah sewaktu bagi siswa laki-laki dan perempuan akan tetap pada perempuan HB untuk melihat anemia," katanya.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Materi yang disampaikan meliputi gizi seimbang, kebersihan diri, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan gigi dan mulut hingga aktivitas fisik.
"Edukasi merupakan bagian yang sangat penting. Kami ingin para pelajar memahami bagaimana menjaga kesehatan dirinya sendiri sehingga tidak hanya sehat hari ini, tetapi juga memiliki bekal untuk menjaga kesehatannya di masa depan," tutur dr. Balkis.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya gangguan kesehatan, siswa akan mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing. Penanganan dapat berupa konseling, pemantauan lanjutan, hingga rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan agar penanganannya lebih optimal.
"Kalau ada siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur. Dengan demikian, masalah kesehatan tidak dibiarkan berlarut-larut dan dapat segera memperoleh penanganan yang tepat," tegasnya.
Menurut dr. Balkis, manfaat dari penjaringan kesehatan jauh lebih besar dibanding sekadar mengetahui kondisi kesehatan peserta didik. Program tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui upaya promotif dan preventif sejak usia sekolah.
"Melalui penjaringan kesehatan ini kami dapat mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan remaja, memberikan edukasi kesehatan, mendukung tumbuh kembang yang optimal, serta mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," tandasnya.
Melalui sinergi antara puskesmas dan dunia pendidikan, Pemerintah mengharapkan budaya hidup sehat dapat tumbuh sejak dini di lingkungan sekolah. Dengan kesehatan yang terjaga, para pelajar di Metro Utara diharapkan mampu belajar secara optimal, meningkatkan prestasi, sekaligus menjadi generasi penerus yang tangguh dalam menghadapi tantangan infrastruktur dan pengembangan di masa mendatang. (*)