BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mendeteksi sebanyak 34 titik panas (hotspot) yang tersebar di enam kabupaten di Provinsi Lampung.
Munculnya hotspot tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit per 9 Juli 2026 yang dirilis pada Jumat (10/7/2026), sebagian besar titik panas berada pada kategori tingkat kepercayaan menengah atau ditandai dengan warna kuning.
Sebaran hotspot terpantau di Kabupaten Lampung Utara, Mesuji, Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.
Di Lampung Utara, titik panas terdeteksi di sebagian kecamatan, di antaranya Abung Selatan, Bunga Mayang, Muara Sungkai, hingga Sungkai Tengah.
Sementara di Kabupaten Mesuji, hotspot terpantau berada di wilayah Mesuji Timur dan Simpang Pematang.
Adapun Way Kanan menjadi salah satu daerah dengan sebaran titik panas terbanyak, meliputi Kecamatan Bahuga, Blambangan Umpu, Negara Batin, Pakuan Ratu, dan Umpu Semenguk.
Di tengah meningkatnya jumlah hotspot, BMKG memperkirakan cuaca di Lampung pada Jumat didominasi kondisi cerah hingga berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Pesawaran, kemudian meluas hingga Lampung Selatan dan Lampung Timur pada dini hari.
BMKG mencatat suhu udara di Lampung Barat berkisar antara 17–28 derajat Celsius, sedangkan wilayah lainnya berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 38–96 persen.
Angin permukaan diperkirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–37 kilometer per jam.
Meski belum mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca dan perkembangan hotspot melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.