BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Jumat (15/5/2026) pagi, mendadak ramai saat iring-iringan kendaraan aparat kepolisian memasuki area forensik.
Di dalam salah satu mobil, terbaring jenazah Bahroni, pelaku utama penembakan terhadap Bripka Anumerta Arya Supena, yang tewas usai dilumpuhkan petugas saat proses penangkapan.
Jenazah pria berkaos merah itu dibungkus plastik dan diletakkan di bagasi mobil Terios hitam milik anggota Polda Lampung.
Pemandangan yang menyita perhatian muncul saat tubuh pelaku diberi alas dan penutup menggunakan daun pisang. Sedikitnya tujuh kendaraan aparat turut mengawal kedatangan jenazah ke RS Bhayangkara di Jalan Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung, sekitar pukul 10.25 WIB.
Puluhan anggota kepolisian langsung bergerak cepat menuju ruang forensik begitu rombongan tiba. Area rumah sakit dijaga ketat, sementara tim medis dan forensik bersiap melakukan autopsi terhadap jenazah pelaku curanmor yang menewaskan anggota polisi tersebut.
Bahroni diketahui menjadi buronan utama polisi selama sepekan terakhir. Ia diduga sebagai eksekutor penembakan terhadap Bripka Arya Supena dalam aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pekan lalu.
Pelariannya berakhir di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.
Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menjelaskan tim gabungan bergerak setelah menerima informasi masyarakat terkait lokasi persembunyian tersangka.
Polisi kemudian melakukan pemetaan dan pendalaman sebelum melakukan penyergapan di kawasan perbatasan Pesawaran dan Tanggamus, dekat area wisata Gigi Hiu.
“Tim gabungan kemudian melakukan pendalaman dan mapping untuk memastikan keberadaan tersangka di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada,” kata Irjen Helfi dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat siang.
Saat hendak ditangkap, Bahroni disebut melakukan perlawanan aktif menggunakan senjata api rakitan jenis revolver yang diarahkan ke petugas. Polisi lalu mengambil tindakan tegas dan terukur hingga tersangka akhirnya tewas di lokasi penangkapan.
Selain Bahroni, polisi sebelumnya lebih dulu menangkap Hamli yang diduga berperan sebagai joki dalam aksi curanmor tersebut.
Dari pengungkapan kasus ini, aparat turut menyita sebagian barang bukti, mulai dari senjata api rakitan, senjata tajam, sepeda motor, helm, rekaman CCTV, hingga pistol HS-9 milik almarhum Bripka Arya Supena yang sempat dibuang di kawasan Teluk Pandan, Pesawaran.