BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kebakaran hebat melanda lima rumah di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (29/10/2026) dini hari. Sebanyak lima rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut. Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada mobil Daihatsu Espass milik salah seorang warga sebelum api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Rumah yang terbakar masing-masing milik Mat Yakin (50), Edison (40), Gustiawan (35), Bajuri (60), dan Yandi (32). Berdasarkan data sementara, total kerugian materiil dari lima rumah tersebut ditaksir mencapai Rp1,85 miliar. Meski demikian, angka tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP Damkar) Kabupaten Lampung Barat, M. Henry Faisal, membenarkan peristiwa kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Pekon Buay Nyerupa tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkait dan masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.30 WIB.
Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun, api diduga berasal dari korsleting listrik pada mobil minibus Daihatsu Espass milik Mat Yakin. Kobaran api kemudian menyambar bagian depan rumah Mat Yakin sebelum merambat ke bangunan lain yang berada di dekatnya. Api yang terus membesar menyebabkan empat rumah warga lainnya, yakni milik Edison, Gustiawan, Bajuri, dan Yandi, turut terbakar.
Kejadian yang berlangsung pada dini hari tersebut membuat api sempat membesar sebelum berhasil ditangani petugas. Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian, personel TNI, serta warga setempat. Upaya tersebut berlangsung selama beberapa jam hingga kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.
M. Henry Faisal menjelaskan, penanganan kebakaran dilakukan untuk mencegah api terus menjalar dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Petugas bersama unsur terkait berupaya memadamkan api di lokasi kejadian, sementara aparat dan masyarakat turut membantu proses penanganan di sekitar rumah-rumah yang terbakar.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa berdasarkan laporan yang diterima. Namun, kerugian materiil yang dialami para korban tergolong besar karena kebakaran menghanguskan lima rumah beserta barang-barang yang berada di dalamnya. Para pemilik rumah kini harus menghadapi dampak kebakaran yang menyebabkan mereka kehilangan tempat tinggal dan beragam harta benda.
Berdasarkan pendataan awal, Mat Yakin mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp500 juta. Kerugian tersebut menjadi yang terbesar di antara lima rumah yang terbakar berdasarkan laporan sementara. Rumah milik Mat Yakin merupakan lokasi awal munculnya api, yang menurut kronologi awal diduga berasal dari mobil Daihatsu Espass miliknya sebelum menyambar bagian depan rumah.
Sementara itu, Edison diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp400 juta akibat rumahnya turut dilalap api. Nilai kerugian tersebut mencakup dampak kebakaran terhadap bangunan dan harta benda yang berada di dalam rumah.
Kerugian dengan nilai serupa juga dialami Gustiawan. Berdasarkan laporan awal, kerugian akibat kebakaran pada rumah miliknya ditaksir mencapai Rp400 juta. Api yang menjalar dari rumah Mat Yakin menyebabkan bangunan milik Gustiawan ikut terbakar, sehingga ia menjadi salah satu dari lima warga yang terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.
Adapun Bajuri diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp350 juta. Rumah milik warga berusia 60 tahun yang bekerja sebagai petani tersebut turut hangus dalam kebakaran yang melanda kawasan permukiman itu. Sementara itu, Yandi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp200 juta setelah rumahnya juga terdampak kobaran api.
Jika dijumlahkan, perkiraan kerugian dari rumah Mat Yakin sebesar Rp500 juta, Edison Rp400 juta, Gustiawan Rp400 juta, Bajuri Rp350 juta, dan Yandi Rp200 juta mencapai Rp1,85 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari taksiran kerugian masing-masing korban berdasarkan laporan awal dan masih dapat disesuaikan apabila terdapat pembaruan hasil pendataan di lapangan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, beragam langkah dilakukan oleh pihak terkait, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menghubungi petugas pemadam kebakaran, hingga melakukan pendataan terhadap para korban dan saksi. Aparat juga memasang garis polisi untuk mendukung penanganan lokasi kejadian serta membuat laporan resmi mengenai peristiwa kebakaran tersebut.
Dua orang diketahui menjadi saksi dalam laporan awal kejadian, yakni Musolli (49), yang menjabat sebagai pemangku, dan Gunawan (38), seorang petani. Keduanya merupakan warga Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa. Keterangan para saksi dapat menjadi bagian dari informasi yang diperlukan untuk memperjelas kronologi kejadian, termasuk mengenai awal munculnya api dan proses penyebarannya ke lima rumah warga. (*)