Thursday, 10 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Aspal Buton Jadi Pilihan, Jalan Bypass Soekarno-Hatta Depan PKOR Bandar Lampung Direhab 1,1 Km

10 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Aspal Buton Jadi Pilihan, Jalan Bypass Soekarno-Hatta Depan PKOR Bandar Lampung Direhab 1,1 Km
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(BPJN) Lampung tengah melakukan rehabilitasi mayor pada ruas jalan bypass Soekarno - Hatta atau tepatnya disekitar PKOR Way Halim, Bandar Lampung sepanjang 1.100 meter dengan menggunakan teknologi aspal Buton sebagai lapisan perkerasan jalan.

Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai upaya memperbaiki kondisi jalan yang mengalami kerusakan sekaligus meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BPJN Lampung, Adhi Buhari menjelaskan, rehabilitasi mayor tersebut dilakukan dengan metode pelapisan ulang atau overlay menggunakan dua lapis aspal Buton, yakni Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC).

"Intinya kita melakukan overlay pelapisan ulang dua lapis aspal Buton, hasil AC-WC dan AC-BC. Tebalnya 10 sentimeter rencananya, dengan anggaran sebesar Rp19,7 miliar" kata Adhi, saat dimintai keterangan, Kamis (10/9/2026). 

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pelapisan ulang, pihaknya terlebih dahulu mengupas lapisan aspal lama yang mengalami kerusakan. Pengupasan tersebut dilakukan untuk menjaga elevasi jalan existing agar tetap sesuai dengan kondisi perencanaan.

"Untuk menjaga elevasi existing lama, kita kupas dulu aspal yang lama yang rusak ini," jelasnya.

Ruas jalan yang direhabilitasi memiliki panjang total sekitar 1.100 meter dengan dua jalur dan lebar sekitar 18 meter, termasuk median.

Adhi menyebut pekerjaan tersebut merupakan paket single year sehingga seluruh proses rehabilitasi ditargetkan selesai pada tahun anggaran berjalan. Hingga saat ini, pekerjaan masih berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Kalau secara schedule kami masih on progress, masih on schedule. Jadi kalau lancar, pekerjaan ini selesai insyaallah," ujarnya.

Menurutnya, proses pengaspalan dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan depan. Tahap awal akan dimulai dari bagian median jalan.

Ia menerangkan, kondisi median yang lebih rendah atau memiliki cekungan akan terlebih dahulu diratakan menggunakan aspal konvensional. Setelah elevasinya sesuai, barulah dilakukan penggelaran dua lapis aspal Buton.

"Median itu kan coak ke dalam. Nanti kita ratakan dengan aspal biasa dulu, aspal konvensional. Itu selesai, baru kita gelar aspal Buton dua lapis," jelasnya.

Dengan volume pekerjaan yang cukup besar, terutama penggunaan aspal Buton, pihaknya memperkirakan seluruh pekerjaan dapat rampung sekitar November 2026.

"Estimasi bulan November selesai, kami usahakan selesai. Karena lumayan besar untuk volume aspal Butonnya sendiri," katanya.

Adhi menjelaskan, penggunaan aspal Buton pada proyek tersebut merupakan bagian dari pemrograman pekerjaan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, pada awal perencanaan pihaknya sempat mengusulkan penggunaan konstruksi beton. Namun, pemerintah pusat kemudian menetapkan penggunaan aspal Buton karena dinilai memiliki kekuatan yang setara dengan beton apabila dikerjakan menggunakan metode yang tepat.

"Sebetulnya kami mengusulkan memang beton awalnya untuk pemrograman. Tapi dari pihak kementerian pusat bilang aspal Buton itu setara beton. Secara kekuatannya setara beton, yang penting metode kerjanya benar," ungkapnya.

Karena itu, BPJN Lampung bersama konsultan terus melakukan pengawasan dan berkolaborasi dalam setiap tahapan pekerjaan untuk memastikan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi.

"Kami juga di sini dari PU, dari konsultan, terus kolaborasi memastikan pekerjaan jangan sampai gagal," tegasnya.

Adhi menjelaskan, secara perencanaan jalan, aspal Buton memiliki kemampuan untuk menahan beban kendaraan yang cukup tinggi. 

Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penggunaan material tersebut pada ruas jalan yang dilalui kendaraan berat.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab kerusakan jalan berupa gelombang adalah tingginya beban kendaraan, terutama kendaraan angkutan berat yang melintas secara terus-menerus.

"Karena aspal Buton itu sebetulnya kuat. Dia memiliki spesifikasi setara beton kalau secara perencanaan jalan. Jadi dia mampu menahan beban tinggi," katanya.

"Kalau mungkin teman-teman lihat banyak jalan yang gelombang, itu kan akibat beban-beban truk besar. Kalau secara teori aspal Buton itu kuat menahan itu. Harus lebih awet mestinya," lanjutnya.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi, tidak seluruh permukaan jalan hanya dilakukan pengupasan dan pelapisan ulang. Beberapa titik juga membutuhkan pekerjaan patching karena kondisi fondasi jalan sudah mengalami pelemahan.

Adhi menjelaskan, lapisan aspal existing yang dikupas memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter. Namun, pada sebagian titik ditemukan kerusakan yang telah mencapai bagian fondasi akibat masuknya air.

"Pengupasan aspal existing-nya itu 10 sentimeter. Cuma memang ada beberapa spot perlu di-patching ulang karena fondasinya sudah lemah, air sudah masuk," jelasnya.

Perbaikan pada titik-titik tersebut menjadi bagian penting sebelum dilakukan pelapisan ulang. Hal itu dilakukan agar lapisan baru dapat berdiri di atas struktur yang kuat dan tidak mudah kembali mengalami kerusakan.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, pengguna jalan dipastikan akan mengalami sebagian gangguan akibat adanya pekerjaan konstruksi di lapangan.

Untuk itu, Adhi meminta masyarakat yang melintas agar bersabar dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melewati lokasi pekerjaan.

"Kami mohon sabar. Karena mungkin pengguna jalan banyak yang terganggu dengan kondisi sekarang. Kami mohon kesabarannya," ujarnya.

Ia menekankan, pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya telah banyak menimbulkan kecelakaan.

"Niat kami hanya untuk memperbaiki jalan yang sudah banyak kecelakaan sebelumnya," katanya.

Selain bersabar, pengguna jalan juga diminta tidak tergesa-gesa ketika melintas di kawasan pekerjaan.

Khusus kendaraan berat, Adhi juga menyerukan pengemudi maupun pemilik kendaraan untuk memperhatikan muatan yang dibawa. 

Menurutnya, pengendalian beban kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga umur layanan jalan setelah pekerjaan rehabilitasi selesai.

"Untuk pengguna kendaraan berat tolong dijaga muatannya, agar jalan juga awet," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari