Thursday, 10 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

13 Ribu Sambungan Rumah Terdampak Pipa Bocor, Way Rilau Kejar Normalisasi 2x24 Jam

10 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
13 Ribu Sambungan Rumah Terdampak Pipa Bocor, Way Rilau Kejar Normalisasi 2x24 Jam
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

tengah melakukan perbaikan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 900 milimeter (DIA 900) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Bandar Lampung.

Perbaikan pipa tersebut berdampak pada penghentian sementara aliran air di beberapa wilayah. Sedikitnya sekitar 13.000 sambungan rumah (SR) terdampak akibat penghentian aliran pada jalur gravitasi.

Direktur Teknik Perumda AM Way Rilau, Dirmansyah, mengungkapkan kerusakan pada pipa tersebut bukan kali pertama terjadi. Pipa itu sebelumnya mengalami kebocoran pada bagian sambungan saat pengaliran pertama setelah proses commissioning.

"Pada saat pengaliran pertama itu bocor di sambungan. Itu sejarahnya dulu," kata Dirmansyah, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, setelah beroperasi selama sekitar lima tahun, kembali ditemukan retakan pada bagian pipa yang sama. Perumda Way Rilau kemudian melakukan penggalian untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus menentukan peralatan yang dibutuhkan untuk proses perbaikan.

"Setelah lima tahun beroperasi ternyata ada retakan lagi di situ. Sehingga kita bongkar dan kita lihat kondisinya," jelasnya.

Dirmansyah menjelaskan, persiapan perbaikan telah dilakukan sejak awal September. Peralatan yang dibutuhkan bahkan harus didatangkan dari Jakarta.

Sebelum pelaksanaan, Perumda Way Rilau juga berkoordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari camat, BPJN hingga kepolisian, mengingat lokasi perbaikan berada di jalur utama Jalan Soekarno-Hatta.

Eksekusi perbaikan dimulai pada 9 September 2026. Saat ini proses penyambungan pipa masih berlangsung dan ditargetkan dapat selesai dalam waktu kurang dari dua hari sejak aliran air dihentikan.

"Kita upayakan tidak lebih dari 2x24 jam sejak pelaksanaan, sejak air kita matikan. Sebenarnya kita usahakan 1x24 jam, cuma kelihatannya ada pergeseran sedikit karena ada kendala juga," ungkapnya.

Ia melanjutkan, secara administrasi Perumda memiliki standar operasional prosedur (SOP) selama tujuh hari untuk pekerjaan perbaikan pipa berukuran besar. Namun, waktu tersebut mencakup keseluruhan proses mulai dari persiapan hingga pekerjaan selesai, bukan berarti pelanggan harus mengalami mati air selama tujuh hari.

"Kalau pengumumannya memang kita ada SOP. Pipa yang diperbaiki itu memang tujuh hari, mulai dari persiapan sampai selesainya. Tapi kalau eksekusi airnya kita upayakan tidak lebih dari dua hari," ujarnya.

Dirmansyah menyebut penghentian aliran dilakukan mulai dari wilayah Rajabasa karena jalur gravitasi harus dihentikan selama proses perbaikan.

"Di dalam data kita ada sekitar 13.000 sambungan rumah, lebih mungkin. Karena semua jalur gravitasi itu kita hentikan semua. Kita mulai dari Rajabasa kita matikan airnya," katanya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air masyarakat selama proses perbaikan, Perumda Way Rilau sebelumnya telah menyerukan pelanggan menampung air sebelum aliran dihentikan.

Bagi warga yang benar-benar tidak memiliki sumber air alternatif, Perumda menyiapkan armada mobil tangki untuk melakukan suplai air. Perumda juga telah berkoordinasi dengan BPBD apabila diperlukan tambahan dukungan distribusi air bersih.

"Kalau memang benar-benar tidak punya air dan harus kita suplai, kita suplai air. Kita juga dengan BPBD sudah koordinasi. Seandainya ada kebutuhan, kita langsung kirim," jelasnya.

Dirmansyah memiliki harapan proses penyambungan dapat segera rampung sehingga pengaliran air kembali dilakukan pada malam hari.

"Mudah-mudahan nanti malam sudah ada pengaliran," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari