Tuesday, 30 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Kotaagung Timur Tanggamus

30 June 2026 10:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Kotaagung Timur Tanggamus
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

05.00 WIB di SPBU 24.353.157 di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pekon Umbul Buah, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Selasa (30/6/2026).

Pantauan Kupastuntas.co, puluhan sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk mengular sampai ke badan jalan setelah pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar kembali tersedia.

Kondisi tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat setelah sehari sebelumnya, Senin (29/6/2026) siang, stok Pertalite dan Bio Solar di SPBU tersebut sempat habis.

Mengetahui pasokan BBM bersubsidi akan kembali masuk, para pengendara memilih datang sejak dini hari untuk mendapatkan antrean lebih awal.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean terus bertambah sejak pukul 05.00 WIB. Kendaraan memenuhi area SPBU hingga meluber ke badan Jalan Lintas Barat, ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tanggamus dengan Kabupaten Pesisir Barat.

Antrean didominasi kendaraan roda dua, mobil pribadi, serta truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Kabupaten Pesisir Barat.

Selain itu, beragam truk distribusi air minum dalam kemasan dari pabrik Aqua di Pekon Teba, Kecamatan Kotaagung Timur, juga tampak mengantre untuk mengisi Bio Solar.

Akibat membludaknya kendaraan, arus lalu lintas di depan SPBU sempat tersendat. Pengendara yang melintas dari kedua arah harus memperlambat laju kendaraan karena sebagian badan jalan digunakan untuk antrean.

beragam warga mengaku rela datang sejak subuh agar tidak kehabisan BBM bersubsidi. Meski harus menunggu berjam-jam, mereka bersyukur karena Pertalite dan Bio Solar akhirnya kembali tersedia.

"Sejak pagi kami sudah mengantre. Kemarin Pertalite habis, jadi hari ini sengaja datang lebih awal supaya bisa kebagian," ujar Amsir, salah seorang pengendara sepeda motor.

Hal senada disampaikan Herman, sopir truk pengangkut sawit. Menurutnya, keterlambatan memperoleh Bio Solar dapat menghambat distribusi hasil perkebunan dan menambah biaya operasional karena waktu tunggu menjadi lebih lama.

Antrean panjang di SPBU tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Selain digunakan kendaraan pribadi, Pertalite dan Bio Solar juga menjadi kebutuhan utama sektor transportasi dan distribusi barang yang menopang aktivitas ekonomi di Kabupaten Tanggamus dan wilayah sekitarnya.

"Kami mengharapkan pasokan Pertalite dan Bio Solar ke SPBU dapat tetap terjaga sehingga kejadian kehabisan stok seperti yang terjadi pada Senin tidak kembali terulang," ujar Rehan, pengendara mobil pribadi asal Kecamatan Kotaagung Barat.

Mereka juga mengharapkan distribusi BBM bersubsidi dilakukan lebih optimal agar antrean panjang yang mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Lintas Barat dapat diminimalkan.

"Keterlambatan pasokan BBM, terutama jenis Pertalite dan Bio Solar, ini menyusahkan warga. Antrean panjang menghambat warga yang ingin berusaha. Untung masih libur sekolah," ungkap Rini, ibu rumah tangga yang ikut mengantre.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari