BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Rifki Ardianto (23), hilang diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di perairan Sungai Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Deden Ridwansah yang diwakili oleh Koordinator Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula ketika kapal LTT Agro Permai dengan 4 orang di atas kapal berlayar dari Dermaga 129 Sungai Mesuji menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati, Kabupaten Mesuji, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Kapal tersebut tengah mengawal kapal pengangkut kelapa sawit.
"Saat menjelang pergantian siaga pada Kamis (10/9/2026) pagi, kru kapal menyadari Rifki tidak berada di kapal. Korban terakhir diketahui masih berkomunikasi dengan rekannya yang berada di darat pada Rabu malam sekitar pukul 23.40 WIB," jelas Feri, Jumat (11/9/2026).
Feri manambahkan, mengetahui korban tidak ditemukan, seluruh kru melakukan pencarian di sekitar kapal, namun hasilnya masih nihil. Nakhoda kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Lampung pada Kamis (10/9/2026) pukul 08.40 WIB.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Lampung melakukan koordinasi dengan pelapor dan memberangkatkan enam personel Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang menuju lokasi kejadian.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat setempat. Area pencarian akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai kondisi di lapangan serta informasi yang diperoleh selama operasi berlangsung,” ujar Feri.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang bersama Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, unsur kepolisian setempat, kru kapal, serta masyarakat.
beberapa peralatan dikerahkan untuk mendukung pencarian, antara lain dua set perahu karet bermesin, tiga unit speed lidah, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, alat komunikasi, serta berbagai perlengkapan pendukung operasi SAR.
Pada hari pertama, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan langsung melaksanakan briefing serta berkoordinasi dengan unsur terkait, tim mulai melakukan pencarian pada pukul 15.30 WIB dengan menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
Hingga pukul 17.30 WIB, tim telah melakukan penyisiran sejauh kurang lebih dua kilometer, namun keberadaan korban belum ditemukan.
Pencarian kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Jumat pagi, sementara pemantauan di sekitar lokasi tetap dilakukan.
Memasuki hari kedua pencarian, Jumat (11/9/2026), operasi SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan area penyisiran diperluas ke arah muara.
"Hari ini pencarian kami perluas ke arah muara dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua SRU. Seluruh unsur dan alut yang tersedia kami optimalkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang area pencarian. Harapannya korban dapat segera ditemukan,” kata Feri.
Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan menentukan pembagian area operasi. SRU 1 melakukan penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari lokasi kejadian ke arah muara menggunakan perahu karet Basarnas dan BPBD Mesuji.
Sementara itu, SRU 2 melanjutkan penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari titik akhir pencarian SRU 1 menggunakan tiga unit speed lidah.
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah. Namun, keterbatasan jaringan telekomunikasi dan internet menjadi salah satu kendala dalam komunikasi dan koordinasi tim di lapangan.
"Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Mesuji dan memperluas area berdasarkan hasil evaluasi operasi hingga keberadaan korban ditemukan," pungkasnya.