Friday, 11 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

300 Ribu Siswa dan Guru di Lampung Ikuti Salat Istisqa

11 September 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
300 Ribu Siswa dan Guru di Lampung Ikuti Salat Istisqa
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

SMA sederajat di Provinsi Lampung kembali diselenggarakan secara tatap muka setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran secara daring sebagai dampak dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico menyebutkan, pembelajaran tatap muka telah dimulai kembali setelah pihaknya melakukan pengecekan terhadap kondisi satuan pendidikan di berbagai wilayah.

"Tadi sudah kita cek dan kita pastikan bahwa proses belajar secara tatap muka hari ini dimulai," kata Thomas, saat dimintai keterangan, Jumat (11/9/2026).

Namun, sebelum aktivitas belajar mengajar berlangsung, terdapat dua hal yang diminta untuk dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan.

Pertama, sekolah melaksanakan salat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon hujan serta perlindungan agar kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau segera berakhir.

Menurut Thomas, aktivitas salat Istisqa dan doa bersama tersebut diselenggarakan secara serentak oleh sekolah-sekolah di Provinsi Lampung.

"Mungkin ada 300.000 lebih siswa dan guru yang melakukan Istisqa di seluruh Provinsi Lampung," ujarnya.

Thomas menjelaskan, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi dan membersihkan abu vulkanik yang masih berada di lingkungan sekolah maupun permukiman masyarakat.

"Pertama adalah salat Istisqa, bermohon kepada Allah supaya ujian ini segera berhenti dan kita minta hujan supaya abu vulkanik ini bisa selesai. Dengan hujan, abu vulkanik bisa hilang," jelasnya.

Setelah pelaksanaan salat Istisqa, sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas sebelum digunakan kembali untuk pembelajaran tatap muka.

Pengecekan dilakukan bersama petugas kebersihan untuk memastikan tidak ada lagi abu vulkanik yang mengganggu kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.

"Setelah salat Istisqa, tentu mereka memastikan dengan petugas kebersihan untuk melihat ruang kelas, apakah betul-betul sudah steril atau belum. Kalau belum, tentu bergotong royong bersama dengan petugas kebersihan," kata Thomas.

Ia menginginkan seluruh lingkungan sekolah dapat benar-benar dipastikan bersih dan nyaman sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan efektif dan lancar.

Thomas juga mengajak seluruh siswa di Provinsi Lampung untuk tetap memiliki semangat dan cita-cita tinggi meskipun menghadapi berbagai tantangan.

"Saya juga minta semua anak-anak di Lampung ini punya mimpi yang tinggi, kemudian punya target, punya mindset produktif, punya circle yang positif, sehingga mereka punya cita-cita," tuturnya.

Menurutnya, cita-cita tersebut harus diiringi dengan daya juang dan kesiapan. Dengan persiapan yang baik, para siswa diharapkan mampu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka.

"Tapi harus juga punya daya juang dan kesiapan. Kalau dia siap, tentu apa yang dicitakan bisa berhasil," imbuhnya.

Selain memastikan pembelajaran kembali berjalan normal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung juga menyiapkan inovasi dalam metode pembelajaran melalui program Double Teaching.

Thomas menyebutkan program tersebut rencananya akan diluncurkan pada 21 September 2026 di Kota Bandar Lampung.

Dalam program tersebut, beragam sekolah unggulan akan dilibatkan. Guru dari beragam mata pelajaran nantinya akan melakukan rotasi untuk berbagi pengalaman dan metode pengajaran.

"Nanti ada beberapa sekolah unggul, gurunya akan berputar, tiga guru mapel. Kemudian nanti di dalam kelas akan ada metode baru pengajaran," jelas Thomas.

Ia menjelaskan, melalui metode tersebut, proses pembelajaran tidak selalu hanya dilakukan oleh satu guru dalam satu kelas. Nantinya, dua guru dapat berada dalam satu kelas untuk saling melengkapi dalam menyampaikan materi kepada siswa.

"Jadi mungkin tiga mapel ini ngajarnya bareng-bareng. Bisa di dalam kelas itu tidak hanya satu guru, tapi dengan dua guru," ujarnya.

Thomas menyebut penerapan Double Teaching tidak langsung dilakukan di seluruh sekolah karena keterbatasan jumlah guru. Program tersebut akan diselenggarakan secara bertahap dan dimulai dari beragam sekolah yang telah ditentukan.

"Memang mungkin nggak bisa semua karena guru kita terbatas. Tetapi itu akan dimulai supaya saling melengkapi. Guru satu dengan yang lainnya bisa saling melengkapi, kemudian bisa berbagi ilmu," katanya.

Adapun tiga mata pelajaran yang menjadi tahap awal penerapan program Double Teaching yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

Ketiga mata pelajaran tersebut dipilih karena merupakan mata pelajaran inti yang dinilai penting dalam mendukung kemampuan akademik siswa.

"Mapelnya adalah Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Karena itu mapel inti. Itu dulu sementara, karena kita bertahap," pungkas Thomas.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari