BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Sumbagsel) memblokir sebanyak 8.589 nomor polisi (Nopol) kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga September 2026.
Dari lima provinsi di wilayah Sumbagsel, Lampung menjadi daerah dengan jumlah nopol yang paling banyak diblokir, yakni mencapai 2.793 kendaraan.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi menuturkan, pemblokiran tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap transaksi pembelian BBM bersubsidi.
Menurutnya, kendaraan yang diblokir merupakan nopol yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai dengan ketentuan program Subsidi Tepat.
"Setelah dilakukan pemantauan dan verifikasi hingga September 2026, terdapat 8.589 nomor polisi kendaraan di wilayah Sumbagsel yang telah diblokir pada sistem," kata Rusminto, dilansir Antaranews, Senin (21/9/2026).
Selain Lampung, pemblokiran juga dilakukan terhadap 2.439 nopol kendaraan di Sumatera Selatan, 1.274 nopol di Bangka Belitung, 1.117 nopol di Jambi, dan 966 nopol di Bengkulu.
Data tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan jumlah pemblokiran tertinggi di wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Pertamina menyebut pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan transaksi serta pencocokan data kendaraan.
Transaksi yang dinilai tidak sesuai ketentuan akan diperiksa lebih lanjut sebelum dilakukan tindakan, termasuk pemblokiran nomor polisi pada sistem apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan.
Pertamina mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukan dan tidak menyalahgunakan QR Code maupun sarana transaksi lainnya.
Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi juga dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.
Hingga September 2026, sebanyak 8.589 nopol di Sumbagsel telah diblokir, dengan Lampung menyumbang jumlah terbanyak yakni 2.793 kendaraan.