Saturday, 25 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Wulan: Seruit Bukan Sekadar Kuliner, tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Lampung

25 July 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Wulan: Seruit Bukan Sekadar Kuliner, tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Hari Nyeruit Nasional 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan kuliner khas Lampung. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya generasi baru pelaku usaha kreatif yang diharapkan mampu membawa produk lokal menembus pasar nasional hingga internasional.

Peringatan yang digelar di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026), menghadirkan kompetisi The Next Local Hero, sebuah ajang yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengungkapkan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, seruit memiliki nilai lebih dari sekadar makanan khas, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas masyarakat Lampung.

"Kalau orang luar Lampung belum tentu tahu apa itu seruit. Kalau saya punya singkatannya, seruit itu seru tapi irit. Dengan satu ikan, sambal, dan lalapan bisa dinikmati satu keluarga. Yang paling penting, seruit mengajarkan kita makan bersama, memperkuat kebersamaan dan gotong royong," ujarnya.

Ia menilai kuliner khas daerah memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Wisatawan yang datang ke Lampung, kata dia, tidak hanya perlu menikmati keindahan alam, tetapi juga harus merasakan kekayaan cita rasa daerah yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.

"Semoga seruit terus lestari dan menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk datang ke Provinsi Lampung, sekaligus memperkuat kekayaan budaya, pariwisata, dan perekonomian daerah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Purnama Wulan mengapresiasi Seruit Bu Lin yang menggagas penyelenggaraan Hari Nyeruit Nasional sekaligus menghadirkan kompetisi The Next Local Hero. Menurutnya, program tersebut menjadi wadah regenerasi pelaku usaha kuliner sekaligus membangun semangat kewirausahaan sejak usia dini.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme peserta, termasuk pelajar tingkat SMP yang telah berani memulai usaha untuk membantu perekonomian keluarga.

"Saya sangat berterima kasih karena melalui acara seperti ini muncul inovasi-inovasi anak muda. Bahkan tadi ada peserta yang masih duduk di bangku SMP, tetapi sudah berani berwirausaha dan membantu perekonomian keluarganya. Yang terpenting adalah bagaimana usaha-usaha itu bisa bertahan dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, regenerasi pelaku usaha menjadi kebutuhan agar industri kreatif Lampung terus berkembang. Ia memiliki harapan melalui kompetisi tersebut lahir semakin banyak wirausaha muda yang mampu mengangkat produk lokal menjadi kebanggaan daerah.

"Kita membutuhkan regenerasi. Tidak mungkin pelaku usaha kuliner hanya orang yang itu-itu saja. Melalui acara ini kita menambah aset daerah berupa kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang nantinya bisa menjadi kebanggaan Lampung," katanya.

Purnama Wulan juga mendorong generasi muda untuk terus berinovasi serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperluas pasar.

"Kalau bukan sekarang kapan lagi. Jangan takut berkarya, jangan takut mencoba. Berkolaborasilah dengan berbagai pihak dan manfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Dengan begitu produk-produk lokal Lampung bisa semakin dikenal luas," pesannya.

Sementara itu, Duta Seruit Lampung, Ellynawati, mengungkapkan The Next Local Hero dirancang untuk menemukan generasi muda yang berani bermimpi besar, terus belajar, serta mampu mengembangkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.

Ia memiliki harapan program tersebut dapat mendukung upaya Jajaran Pemprov Lampung dalam mencetak lebih banyak pelaku UMKM yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga tetap menjaga identitas budaya daerah.

"Saya percaya masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh UMKM yang terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadikan identitas budaya sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Ellynawati pun mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kompetisi sebagai tujuan akhir. Menurutnya, keberhasilan sejati ditentukan oleh konsistensi untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan usaha.

"Apapun hasil hari ini, jangan pernah berhenti melangkah. Jadikan kompetisi ini sebagai awal perjalanan, terus belajar, terus berinovasi, dan tetap rendah hati," tutupnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari