BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rencana penataan kawasan pesisir berbasis waterfront city mulai mendapat sinyal positif dari DPRD Kota Bandar Lampung. Program tersebut akan diprioritaskan dalam pembahasan APBD 2027.
Rencana waterfront city kembali mengemuka setelah digelarnya Seminar Nasional “Menata Pesisir, Mewujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” di Swiss-Belhotel Bandar Lampung.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengungkapkan pengembangan kawasan pesisir telah masuk dalam Rencana pembangunan daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan APBD 2027.
"Penataan garis pantai yang membentang di empat kecamatan dapat memperbaiki wajah Kota Bandar Lampung sekaligus meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat pesisir," ujar Djumadi, Senin (24/08/2026).
Salah satu gagasan yang muncul yakni pembangunan daerah dermaga di sekitar Pantai Gunung Kunyit, Kecamatan Bumi Waras. Dermaga tersebut dinilai dapat memperpendek akses wisatawan menuju kawasan Pahawang, Kabupaten Pesawaran.
Namun, Agus memastikan tantangan pembangunan daerah waterfront city tidak hanya berkaitan dengan pembangunan daerah fisik. Keberadaan permukiman padat serta perubahan pola pikir masyarakat pesisir juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Terkait anggaran, Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung belum menetapkan nilai pasti. Sebab, konsep waterfront city dalam RPJMD masih bersifat garis besar dan perlu diperdalam dalam proses perencanaan APBD 2027.
Pemkot Bandar Lampung juga disebut siap menyiapkan anggaran serta aset seluas 1,5 hektare untuk mendukung program tersebut. Sementara itu, Jajaran Pemprov Lampung mendorong rancangan waterfront city sepanjang 27 kilometer hingga berstatus project ready to offer untuk menarik investasi.
Agus menginginkan pembangunan daerah waterfront city tidak hanya mampu menata kawasan pesisir, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Bandar Lampung.
“Waterfront city diharapkan mampu menata kawasan pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bandar Lampung,” kata Agus Djumadi. (*)