Monday, 24 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pemprov Lampung Targetkan 5.000 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi TMT

24 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pemprov Lampung Targetkan 5.000 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi TMT
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(Pemprov) Lampung terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran dengan meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM), agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri.

Salah satu langkah yang kini diprioritaskan adalah pelaksanaan Tailor Made Training (TMT) yang akan digelar pada semester II tahun 2026, mulai Agustus hingga Desember.

Tailor Made Training (TMT) adalah program pelatihan kerja yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja dan dunia industri, sehingga peserta mendapatkan keterampilan yang relevan dan siap digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu mengungkapkan, program TMT ditargetkan dapat diikuti sekitar 3.000 hingga 5.000 peserta di Lampung.

Menurutnya, pelatihan tersebut akan diarahkan pada peningkatan keterampilan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pasar kerja. Peserta juga ditargetkan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah mengikuti pelatihan.

"Di Lampung kita targetkan antara 3.000 sampai 5.000 peserta pelatihan yang mendapatkan sertifikasi BNSP dan tentu pelatihannya lebih berorientasi pada vokasi," kata Agus, saat dimintai keterangan, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, TMT menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam merespons kondisi ketenagakerjaan sekaligus memanfaatkan stimulus ekonomi semester II tahun 2026.

Melalui pelatihan berbasis vokasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga mempunyai keterampilan yang dapat langsung digunakan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri.

"Sehingga nanti diharapkan dengan pelatihan dia bisa wirausaha mandiri atau dia bisa masuk ke dunia industri," ujarnya.

Agus mendorong berbagai kelompok masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut secara maksimal. 

"Pengajuan pelatihan dapat melibatkan pemerintah desa, pemerintah kabupaten/kota, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), universitas, perguruan tinggi, serta kelompok masyarakat strategis lainnya," kata dia.

Menurutnya, jenis pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, namun tetap melalui proses verifikasi agar bidang yang diajukan benar-benar memiliki prospek dan berorientasi terhadap kebutuhan pasar kerja.

Beberapa bidang yang dapat dikembangkan antara lain barista, pengelasan, kelistrikan, make-up artist (MUA), menjahit, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), elektronik, hingga otomotif roda dua dan roda empat.

"Untuk bidangnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi yang memang kami verifikasi dia berorientasi pasar kerja," jelasnya.

Selain keterampilan teknis, Agus menyebut pelatihan juga dapat diarahkan pada bidang-bidang tertentu yang dibutuhkan kelompok masyarakat, termasuk sektor jurnalistik.

Ia membuka peluang bagi organisasi media maupun wartawan untuk mengusulkan pelatihan jurnalistik melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Usulan tersebut nantinya akan diproses dan diajukan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

"Termasuk media dan wartawan bisa untuk membuka pelatihan-pelatihan jurnalistik yang nanti kita atur bagaimana prosesnya dengan mengajukan proposal ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung yang akan kita kirimkan ke Kementerian Tenaga Kerja," kata Agus.

Pelatihan jurnalistik tersebut, lanjutnya, dapat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang ingin menekuni profesi jurnalistik secara profesional.

Di sisi lain, Pemprov Lampung juga mendorong sinergi dengan pemerintah pusat melalui program magang kerja nasional.

"Program ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi para lulusan perguruan tinggi, khususnya fresh graduate hingga satu tahun setelah kelulusan, untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung," katanya.

Agus menilai peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi dan pemberian pengalaman kerja melalui program magang menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Lampung.

"Upaya yang kita lakukan untuk menekan angka pengangguran di antaranya adalah meningkatkan kompetensi SDM dan mendorong serta bersinergi dengan pemerintah pusat terkait dengan magang kerja nasional," ungkapnya.

Ia memiliki harapan berbagai program tersebut dapat mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan tenaga kerja, sehingga lulusan maupun pencari kerja tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan target hingga 5.000 peserta TMT pada semester II 2026, Pemprov Lampung memiliki harapan semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi tersertifikasi, mampu memasuki dunia industri, atau bahkan menciptakan peluang usaha baru secara mandiri.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari