BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
operasional PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Pabrik Panjang mengeluhkan debu yang berasal dari aktivitas perusahaan di Jalan Yos Sudarso KM 7, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Keluhan tersebut disampaikan warga yang tinggal tidak jauh dari kawasan perusahaan. Mereka mengaku persoalan debu bukan baru terjadi, melainkan telah dirasakan dalam waktu cukup lama dan cenderung meningkat saat musim kemarau.
Hamzah, warga RT 15, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, menyampaikan debu kerap terlihat menempel di sekitar rumah warga. Menurutnya, kondisi tersebut lebih sering dirasakan pada malam hari.
"Oh iya, benar-benar. Lihat saja banyak banget debu di atas rumah saya," kata Hamzah saat ditemui, Selasa (11/8/2026).
Ia menyampaikan, persoalan debu tersebut sudah berlangsung kurang lebih satu tahun. Namun, intensitasnya disebut semakin terasa ketika memasuki musim kemarau.
"Debu ini sudah sejak lama, udah ada kali setahun. Tapi pas musim kemarau seperti ini tambah banyak," ujarnya.
Menurut Hamzah, debu biasanya muncul pada malam hari, terutama sekitar pukul 20.00 WIB. Bahkan, pada waktu tertentu, debu masih dirasakan hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
"Biasanya debu itu malam, apalagi. Kalau malam sekitar jam 8, malam Sabtu kadang-kadang sampai jam 10 malam. Kadang-kadang pagi juga sering banyak debu," ungkapnya.
Meski demikian, Hamzah menyebut dalam beberapa hari terakhir kondisi debu sempat berkurang.
"Ini sudah dua-tiga hari ini kayaknya enggak ada debu setelah kemarin ada yang buat video dan viral," katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Isnaini. Ia menyampaikan debu lebih sering dirasakan warga pada malam hari, ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat di rumah.
Menurut Isnaini, sebelumnya kondisi lingkungan di sekitar permukiman warga relatif lebih nyaman karena tidak banyak debu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keluhan mengenai debu mulai sering disampaikan masyarakat.
"Kalau malam biasanya debu itu keluar, saat warga sedang istirahat. Dulu tidak seperti ini, tetapi beberapa tahun ini debu semakin sering dikeluhkan warga," ujarnya.
Warga memiliki harapan persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Mereka meminta aktivitas operasional perusahaan dapat memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan permukiman yang berada di sekitar kawasan industri.
"Kami tidak meminta perusahaan di tutup, tapi tolong perhatikan juga debu yang ditimbulkan karena ini benar-benar sangat mengganggu kenyamanan," kata dia.
Selain persoalan kenyamanan, warga juga mengaku khawatir paparan debu dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama warga yang rumahnya berada cukup dekat dengan kawasan perusahaan.
Di sisi lain, warga juga menyoroti perhatian perusahaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasional.
Menurut warga, hingga saat ini perusahaan belum pernah memberikan tali asih atau bentuk kompensasi kepada masyarakat yang terdampak keluhan debu tersebut.
"Kami ini sama sekali belum pernah mendapatkan perhatian dari perusahaan. Meskipun beda kelurahan tapi jelas kami yang paling terdampak dengan adanya debu dari Semen Baturaja," pungkasnya.