BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG- Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian terus mempercepat cakupan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna melindungi populasi ternak warga.
Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 750 dosis vaksin telah disuntikkan ke ratusan ekor ternak sapi, kambing, dan domba yang tersebar di wilayah Bandar Lampung.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengungkapkan bahwa percepatan penyuntikan vaksin ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan imunitas kelompok (herd immunity) pada ternak tetap terjaga.
Dedeh menjelaskan, pada penyaluran vaksin tahap pertama, sebanyak 500 dosis alokasi vaksin telah rampung disuntikkan seluruhnya ke ternak sapi.
"Untuk tahap awal 500 dosis alokasi sudah habis divaksinkan 100 persen ke ternak sapi warga. Saat ini kita sedang melanjutkan penyuntikan untuk alokasi tahap kedua," ujar Dedeh saat dikonfirmasi, Jumat (4/9).
Memasuki penyaluran tahap kedua, Kota Bandar Lampung mendapatkan tambahan alokasi sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK.
Dari alokasi tersebut, sebanyak 250 dosis telah berhasil direalisasikan ke lapangan.
Rinciannya, sebanyak 220 dosis disuntikkan kepada 220 ekor sapi, serta 30 dosis dialokasikan untuk 60 ekor ternak kambing dan domba.
"Khusus untuk ternak kecil seperti kambing dan domba, dosis yang diberikan adalah setengah dari takaran dosis sapi. Jadi dari 30 dosis yang kita gunakan di tahap kedua ini, sudah mencakup 60 ekor kambing dan domba," jelasnya.
Berdasarkan laporan sementara hingga Agustus 2026, akumulasi capaian vaksinasi PMK pada ternak sapi telah menyasar 6 kecamatan dengan total 720 dosis (gabungan tahap 1 dan tahap 2).
Adapun rincian sebaran penyuntikan vaksin sapi di tiap kecamatan meliputi;
Tanjung Senang: 150 dosis (150 ekor)
Kemiling: 130 dosis (130 ekor)
Way Halim: 120 dosis (120 ekor)
Sukabumi: 110 dosis (110 ekor)
Sukarame: 110 dosis (110 ekor)
Rajabasa: 100 dosis (100 ekor)
Sementara untuk ternak kambing dan domba, capaian penyuntikan saat ini terfokus di Kecamatan Kemiling sebanyak 30 dosis untuk 60 ekor ternak.
Dedeh memastikan, petugas teknis dan dokter hewan dari Dinas Pertanian Bandar Lampung akan terus menyisir kantong-kantong peternakan warga untuk menghabiskan sisa 750 dosis alokasi tahap kedua.
"Petugas di lapangan terus bergerak melakukan penyisiran serta sosialisasi kepada para peternak. Kami menyerukan warga yang memiliki ternak sapi, kambing, maupun domba agar kooperatif menyambut petugas demi menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran PMK di Bandar Lampung," pungkasnya.