BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Panjang atau BMKG Maritim Lampung merilis peringatan dini potensi tinggi gelombang yang berlaku untuk wilayah perairan Provinsi Lampung.
Peringatan dari BMKG Maritim Lampung berlaku mulai Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan analisis sinoptik BMKG, pola angin di wilayah perairan Lampung secara umum bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan Lampung, serta Teluk Lampung bagian Selatan.
Prakirawan BMKG Maritim Lampung Amalia Khoirunnisa, menjelaskan bahwa pergerakan angin yang cukup kencang ini memicu potensi kenaikan tinggi gelombang di beberapa titik perairan strategis.
"Peningkatan kecepatan angin yang konsisten dari arah Timur hingga Tenggara berpotensi memicu tinggi gelombang. Kami meminta seluruh pengguna jasa kelautan, operator kapal, hingga nelayan tradisional untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran," ujar Amalia Khoirunnisa.
Pemetaan Wilayah Potensi Tinggi Gelombang
BMKG membagi area perairan terdampak ke dalam dua kategori tinggi gelombang:
Kategori Gelombang Tinggi (2.5 – 4.0 Meter)
Wilayah Terdampak: Selat Sunda Selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung.
Risiko Pelayaran: Berbahaya bagi Perahu Nelayan (angin ≥ 15 knot, gelombang ≥ 1.25 m), Kapal Tongkang (angin ≥ 16 knot, gelombang ≥ 1.5 m), hingga Kapal Ferry/Penyeberangan (angin ≥ 21 knot, gelombang ≥ 2.5 m).
Kategori Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 Meter)
Wilayah Terdampak: Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan dan Perairan Timur Lampung Bagian Selatan.
Risiko Pelayaran: Berisiko tinggi terhadap Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang.
Himbauan Keselamatan
BMKG Maritim Lampung mengingatkan para pelaku transportasi laut untuk terus memantau ambang batas keselamatan armada masing-masing sebelum melaut.
Masyarakat pesisir dan pengelola wisata maritim juga diimbau selalu memperbarui informasi kondisi cuaca dan laut secara berkala melalui saluran resmi BMKG.