Saturday, 15 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

TNI Kerahkan Kapal Perang dan Hercules Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

15 August 2026 16:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
TNI Kerahkan Kapal Perang dan Hercules Bantu Warga Terdampak Gempa NTT
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahap tanggap darurat. TNI mengerahkan personel hingga alat utama sistem persenjataan (Alutsista), termasuk pesawat Hercules dan kapal perang KRI, untuk mempercepat evakuasi serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Guncangan tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di beragam wilayah, terutama NTT dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Meski peringatan tsunami telah berakhir, beragam wilayah pesisir sempat mengalami kenaikan gelombang.

TNI langsung mengerahkan personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, Yonif Teritorial pembangunan daerah (Yon TP) 834/WM, hingga Lanal Maumere. Mereka diterjunkan untuk membantu proses evakuasi, penanganan warga serta kebutuhan awal di wilayah terdampak.

“Selain pengerahan personel di wilayah, TNI juga menyiapkan kekuatan dan sarana pendukung untuk mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi personel dan logistik,” demikian keterangan Puspen TNI.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan, pengerahan Hercules dan KRI dilakukan untuk mendukung penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat pergerakan personel, bantuan kemanusiaan dan logistik, terutama menuju wilayah yang aksesnya terdampak bencana.

Di sisi lain, BNPB mengungkapkan, dampak gempa juga membuat sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menerima peringatan dini tsunami.

TNI menyebutkan personelnya tetap disiagakan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, serta instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.

Data korban maupun dampak kerusakan masih terus diperbarui seiring proses pendataan di beragam wilayah NTT.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari