BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
325 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Lampung dalam pemantauan selama 24 jam pada Rabu (30/9/2026). Jumlah tersebut tersebar di beragam kabupaten, dengan Tulang Bawang menjadi daerah yang mencatat hotspot terbanyak, yakni mencapai 81 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, Pebri Surgiansyah menyebutkan, data tersebut diperoleh dari pemantauan beragam satelit.
Dari total hotspot yang terdeteksi, sebanyak 303 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, 14 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan delapan titik masuk kategori rendah.
"Selain Tulang Bawang, hotspot dalam jumlah besar juga terpantau di Lampung Tengah sebanyak 69 titik, Mesuji 68 titik, dan Way Kanan 42 titik," ungkapnya, dilansir Detikcom.
Sementara itu, Lampung Selatan tercatat 20 titik, Lampung Timur 15 titik, Tulang Bawang Barat 13 titik, Lampung Utara dan Pesisir Barat masing-masing enam titik, Pringsewu serta Tanggamus masing-masing dua titik, dan Pesawaran satu titik.
Memasuki Kamis (1/10/2026), kemunculan hotspot masih terpantau. BMKG mencatat 71 titik panas di Lampung dan seluruhnya berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.
Way Kanan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 23 titik, disusul Tulang Bawang 14 titik, Lampung Selatan, Lampung Timur dan Mesuji masing-masing delapan titik, Lampung Tengah tujuh titik, serta Lampung Utara tiga titik.
Pebri menjelaskan, titik panas tidak serta-merta dapat diartikan sebagai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hotspot merupakan indikasi adanya sumber panas di permukaan bumi yang terdeteksi sensor satelit, sehingga diperlukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan.
Pemantauan tersebut menggunakan beragam satelit, di antaranya AQUA, NOAA20, dan SNPP, dengan beberapa lokasi terdeteksi di Kecamatan Negara Batin dan Negeri Agung, Way Kanan, Gedung Meneng, Tulang Bawang, serta Rajabasa, Lampung Selatan.
Perhatian juga diberikan terhadap wilayah sekitar Bandara Gatot Soebroto di Way Kanan. Pada Rabu, terdapat tiga hotspot dalam radius 10 kilometer dari bandara, seluruhnya berada di Kecamatan Way Tuba dengan jarak sekitar 7,15 hingga 7,28 kilometer.
Namun, hingga pemantauan Kamis pagi, tidak ditemukan hotspot dalam radius 5 maupun 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II, Bandara Gatot Soebroto, dan Bandara Taufiq Kiemas.