BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus menggalakkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.
Salah satunya dengan menginstruksikan aksi gotong royong pembersihan aliran sungai di berbagai wilayah rawan genangan.
Langkah konkret tersebut terlihat saat tim gabungan diturunkan untuk membersihkan endapan lumpur dan tumpukan sampah di aliran sungai Jalan Kiyai Ahmad Dahlan, Kelurahan Kupang Raya, Kecamatan Teluk Betung Utara.
Pembersihan yang dimulai sejak pagi tersebut menyasar titik-titik aliran sungai yang mengalami penyempitan dan penyumbatan.
aktivitas tersebut melibatkan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung.
Selain BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung juga menerjunkan petugas kebersihan ke lokasi.
Aksi lapangan ini turut diperkuat oleh jajaran aparatur Kecamatan Teluk Betung Utara dan Kelurahan Kupang Raya.
Para ketua RT setempat beserta anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) juga bahu-membahu terjun langsung ke aliran sungai.
Di lokasi, tim gabungan bergotong royong mengeruk endapan lumpur yang cukup tebal dan mengangkat berbagai sampah rumah tangga.
Upaya pengerukan ini diharapkan dapat mengembalikan kedalaman ideal sungai sehingga laju air dapat mengalir lancar tanpa hambatan.
Langkah percepatan pembersihan sungai ini diadakan sebagai tindak lanjut atas arahan dan instruksi Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana.
Wali Kota meminta seluruh jajaran terkait untuk bersiap diri meminimalisasi risiko banjir jelang kenaikan intensitas curah hujan di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Saputra, menekankan bahwa aksi gotong royong ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah.
"aktivitas ini merupakan langkah konkret dan preventif Pemkot Bandar Lampung sesuai arahan Ibu Wali Kota Eva Dwiana," ujar Idham Basyar Saputra pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurutnya, penumpukan material lumpur dan sampah selama musim kemarau menjadi salah satu pemicu utama tersumbatnya saluran air saat hujan deras turun.
"Kami bersama tim gabungan dan unsur masyarakat bergerak membersihkan endapan lumpur serta sampah yang selama ini menyumbat dan menghambat laju aliran air sungai," lanjutnya.
Idham menambahkan keterangan, jika aliran sungai bersih dari sumbatan, potensi air meluap ke pemukiman warga dapat ditekan secara maksimal.
Kendati demikian, Idham menggarisbawahi pentingnya peran aktif warga sekitar dalam menjaga daya dukung lingkungan.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan banjir tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan penuh dari kesadaran masyarakat.
"Kami sangat menginginkan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar," tegasnya.
BPBD imbau warga agar tidak lagi menjadikan sungai maupun saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah akhir.
"Jangan lagi membuang sampah ke sungai. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah dan warga inilah yang menjadi kunci utama agar upaya pencegahan banjir dapat berjalan lebih optimal," pungkas Idham.
Selain fokus pada mitigasi bencana banjir, BPBD Kota Bandar Lampung juga tetap menyiagakan jajarannya selama 24 jam penuh.
Sikap siaga ini juga mencakup pelayanan sosial pendistribusian air bersih bagi wilayah-wilayah yang masih merasakan dampak kekeringan.
Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkot Bandar Lampung optimistis risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisasi secara berkelanjutan.