BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(TNI) akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar pengerahan personel dalam jumlah besar ke wilayah DKI Jakarta. TNI menyebut pergerakan pasukan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan militer dalam menjalankan tugas negara dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, memastikan bahwa pengerahan pasukan merupakan hal yang lazim dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai kemungkinan tugas.
Menurutnya, setiap prajurit TNI dituntut selalu berada dalam kondisi siap siaga untuk melindungi masyarakat, mempertahankan kedaulatan, serta menjaga persatuan bangsa.
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Muhammad Nas, dikutip dari Antara, Rabu (4/11/2026).
Meski telah memberikan penjelasan umum, Kapuspen TNI belum mengungkap secara terperinci tujuan khusus pengerahan pasukan ke Ibu Kota. Jumlah personel yang diterjunkan maupun satuan yang terlibat juga belum dijelaskan.
Muhammad Nas juga belum memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai dugaan pengerahan prajurit untuk mengantisipasi kemungkinan aksi demonstrasi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, informasi mengenai pergerakan personel dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, dalam jumlah besar ke Jakarta mulai beredar.
Salah satu matra yang disebut turut mengerahkan personel adalah TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan pasukan diadakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menuturkan pergeseran pasukan dibagi ke dalam empat tahap pengerahan.
Langkah tersebut melibatkan unsur satuan di wilayah Jakarta maupun luar daerah di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
“Mohon izin melaporkan rencana pengerahan pasukan penebalan pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta,” ujar Yayan di Jakarta, dilansir MediaIndonesia, Selasa (3/11/2026)
Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan menerjunkan 2.100 personel dari satuan eksisting wilayah Jakarta. Pasukan tersebut meliputi unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga menerjunkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergeseran pasukan luar daerah tersebut memanfaatkan moda transportasi armada KRI serta jalur darat.
“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan.