Sunday, 17 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Terdapat 345 Koperasi Merah Putih di Lampung, Disebut Provinsi Terbanyak di Luar Jawa?

17 May 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Terdapat 345 Koperasi Merah Putih di Lampung, Disebut Provinsi Terbanyak di Luar Jawa?
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Provinsi Lampung kembali menorehkan pencapaian gemilang di tingkat nasional dalam percepatan program ekonomi kerakyatan. 

Hingga pertengahan Mei 2026, di Lampung mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbanyak di luar Pulau Jawa, dengan total 345 unit koperasi merah putih yang telah resmi berdiri

Langkah akseleratif ini merupakan buah dari komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama jajaran TNI dalam memaksimalkan potensi daerah.

PemSalah satu strategi utamanya adalah memanfaatkan aset-aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum terkelola secara optimal untuk dijadikan fasilitas produktif bagi masyarakat desa.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian massal ini. Terlebih, operasionalisasi koperasi tersebut diresmikan langsung secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Jajaran Pemprov Lampung,” ujar Marindo saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP nasional secara virtual dari KDKMP Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5).

Marindo menjelaskan, di bawah arahan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pemprov Lampung terus bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Salah satu fokus utama Gubernur adalah mengalihkan pemanfaatan aset-aset daerah yang 'menganggur' agar dapat langsung menyentuh program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

“Jajaran Pemprov Lampung bersama jajaran TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh dan maksimal bisa dialihkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih ini,” tambah Marindo.

Beragam Unit Usaha: Dari Sembako, Apotek, hingga Layanan PLN

Berdasarkan data resmi dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, ratusan KDKMP yang dibentuk ini tidak hanya berfungsi sebagai koperasi simpan pinjam konvensional.

Koperasi ini didesain memiliki ekosistem usaha terpadu yang sangat bervariasi demi melayani kebutuhan harian masyarakat secara menyeluruh.

Nantinya, 345 KDKMP di Lampung ini akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat (sembako), penyediaan komoditas pangan utama seperti beras dan jagung, apotek, pusat layanan kesehatan dasar, pangkalan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga loket resmi layanan kelistrikan PLN (Payment Point Online Bank).

Sinergi TNI: Targetkan 600 Titik di Wilayah Kodam XXI/Radin Inten

Di sisi lain, percepatan infrastruktur dan pengembangan infrastruktur fisik koperasi ini tidak terlepas dari peran aktif komando teritorial TNI. Pangdam XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, memaparkan bahwa hingga 16 Mei 2026, pihaknya telah berhasil merampungkan infrastruktur dan pengembangan di 562 titik koperasi di wilayah kerjanya.

“Dari 562 titik yang sudah selesai 100 persen, sebanyak 345 titik berada di wilayah Lampung dan 217 titik berada di Bengkulu. Kami terus mengejar target di lapangan. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai sepenuhnya,” tegas Pangdam.

Khusus di wilayah Ibukota Provinsi, Kota Bandar Lampung, target infrastruktur dan pengembangan ditetapkan sebanyak 10 titik KDKMP. Saat ini, lima titik di antaranya telah rampung dibangun secara fisik dan diproyeksikan melonjak menjadi delapan titik siap operasional pada awal Juni mendatang.

Kristomei mengakui bahwa sinergi dan respons cepat dari Pemprov Lampung menjadi kunci utama dalam mengatasi hambatan di lapangan, terutama terkait keterbatasan lahan di area perkotaan.

“Di Kota Bandar Lampung kami sempat terkendala mengenai ketersediaan lahan. Namun, untuk mengatasi itu kami dibantu penuh oleh Pemprov Lampung. Aset lahan milik pemprov dialokasikan sehingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bisa didirikan tanpa hambatan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari