BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sosok Bripka Anumerta Arya Supena masih membekas di ingatan rekan-rekannya di Polda Lampung. Di mata sahabat dan rekan seperjuangannya, Arya dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, bersahabat, serta rendah hati.
Kenangan itu disampaikan Agus, rekan Arya saat mengikuti Pendidikan Pengembangan Spesial Fungsi Intelkam tahun 2021 di SPN Kemiling Polda Lampung. Meski hanya bersama selama satu bulan masa pendidikan, Agus mengaku sangat mengenal karakter almarhum.
“Pertama kali kenal dengan almarhum itu saat kami pendidikan fungsi Intelkam di SPN Polda Lampung. Kami menjalani pelatihan selama satu bulan, tapi saya ingat betul seperti apa kepribadian almarhum,” kata Agus saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, Arya merupakan sosok yang mudah bergaul dan tidak pernah membeda-bedakan teman selama menjalani pendidikan. Bahkan, di tengah kesibukan usai pendidikan, Arya sempat mengajak rekan-rekannya berkunjung ke rumahnya di Bandar Lampung yang saat itu masih dalam proses pembangunan daerah.
"Dia orangnya baik, ramah, bersahabat. Saya masih ingat waktu pelatihan, almarhum ngajak kami ke rumahnya di Bandar Lampung yang waktu itu masih dibangun,” kenangnya.
Meski kini peristiwa tewasnya Arya sudah berlalu sepekan dan pelaku telah diamankan polisi, Agus mengaku dirinya masih sulit mempercayai kabar duka tersebut. Terlebih, komunikasi mereka masih terjalin hingga beberapa minggu sebelum Arya meninggal dunia.
"Rasanya belum percaya. Kami kehilangan rekan seperjuangan. Sampai sekarang masih kepikiran karena almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah,” ucapnya.
Bripka Anumerta Arya Supena gugur usai ditembak pelaku Curanmor saat memergoki aksi pencurian sepeda motor di kawasan Labuhan Ratu, kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Keberaniannya menghadapi pelaku bersenjata api meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Di lingkungan Direktorat Intelkam Polda Lampung, Arya dikenal sebagai sosok sederhana dan pendiam, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Rekan sekantornya, Nasrul, menyebut Arya sebagai salah satu anggota paling baik yang pernah dikenalnya selama bertugas.
“Orang paling baik kak, paling sopan sama yang lebih senior. Nggak pernah ngeluh,” kata Nasrul.
Nasrul mengaku masih tidak menyangka sahabat dekatnya itu meninggal dunia secara tragis saat berusaha menggagalkan aksi kejahatan.
“Masih nggak nyangka aja seberani itu dia kak,” ujarnya lirih.
Menurut Nasrul, dirinya telah mengenal Arya sejak 2014 saat almarhum masuk Direktorat Intelkam Polda Lampung bersama 10 anggota lainnya. Arya diketahui merupakan leting 38.
“Udah kenal kurang lebih 12 tahun kak, dari 2014. Dia masuk Intel tahun itu juga,” jelasnya.
Di mata rekan-rekannya, Arya dikenal jarang berbicara, disiplin dalam bekerja, dan rajin beribadah.
“Dari 10 orang yang masuk Intel bareng dia, yang paling pendiem cuma almarhum. Orangnya lurus banget kak,” ungkap Nasrul.