Thursday, 13 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Sepakbola Tarkam di Lampung Tengah Ricuh, Suporter Kejar Wasit Sambil Bawa Pisau

13 August 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Sepakbola Tarkam di Lampung Tengah Ricuh, Suporter Kejar Wasit Sambil Bawa Pisau
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kejuaraan sepak bola antarkampung (Tarkam) di Kabupaten Lampung Tengah berujung kericuhan. Seorang suporter nekat masuk ke lapangan dan mengejar wasit sambil membawa senjata tajam berupa pisau.

Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua tim dari kampung berbeda di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, pada Selasa (11/8/2026) sore.

Kericuhan terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat berlari ke tengah lapangan mengejar wasit. Pria itu tampak menggenggam sebilah pisau saat mendekati sang pengadil pertandingan.

Wasit yang menyadari dirinya dikejar kemudian berusaha menyelamatkan diri. beragam panitia dan pemain yang berada di lokasi segera bergerak dan berhasil menjauhkan wasit dari kejaran suporter tersebut sehingga situasi tidak semakin memburuk.

Kericuhan yang terjadi membuat pertandingan akhirnya dihentikan. Suasana di sekitar lapangan sempat memanas setelah aksi pengejaran terhadap wasit tersebut memicu keributan di antara pihak-pihak yang berada di lokasi.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, keributan dipicu oleh ketidakpuasan suporter terhadap keputusan wasit dalam pertandingan.

“Peristiwa itu terjadi kemarin sore saat pertandingan kejuaraan sepak bola yang mempertemukan tim dari dua kampung berbeda,” kata Yuni, dilansir Detikcom, Kamis (13/8/2026).

Yuni menyebutkan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan penyelenggara pertandingan, tim sepak bola serta perangkat desa. Kedua pihak yang terlibat disebut telah sepakat berdamai.

Polisi juga menyerukan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan meminta semua pihak menahan diri agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari