Sunday, 27 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gubernur Badminton Open 2026 Diikuti 665 Peserta, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

27 September 2026 13:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Gubernur Badminton Open 2026 Diikuti 665 Peserta, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju PON 2028
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

2026 resmi digelar di Ryuga Badminton Hall, di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (27/9/2026). 

Turnamen tersebut menjadi salah satu upaya Jajaran Pemprov Lampung dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya bulu tangkis, sekaligus menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial daerah.

Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, pelaksanaan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan fasilitas olahraga bulu tangkis yang dinilai memiliki standar baik dan dapat mendukung pembinaan atlet.

“Ini sekaligus kita tes ya, untuk Gubernur Cup ini ada fasilitas GOR bulu tangkis yang terbaru di Provinsi Lampung. Dan ini lumayan sangat baik, sangat bagus,” kata Mirza. 

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan animo masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif berolahraga.

“Pertama, tentunya dengan Gubernur Cup ini kita akan meningkatkan animo masyarakat, terutama anak-anak muda dalam bermain olahraga, terutama badminton,” ujarnya.

Mirza menilai Lampung memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Ia menyinggung besarnya jumlah generasi muda di Lampung yang menjadi modal penting dalam pencarian bibit atlet.

“Dari dua juta sampai tiga juta anak-anak muda kita, masa tidak ketemu satu atau dua atlet nasional, ya kan?” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun semangat berolahraga, khususnya bulu tangkis, agar tidak hanya berkembang di pusat kota, tetapi juga menjangkau kampung-kampung di seluruh wilayah Lampung.

“Yang pertama itu, bagaimana semangat berolahraga khususnya badminton itu terus ada sampai ke kampung-kampung,” ucapnya.

Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open 2026 juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa Lampung memiliki fasilitas olahraga yang dapat mendukung acara dengan level kompetisi yang lebih tinggi.

“Ini juga pembuktian kepada masyarakat, kepada Provinsi Lampung, bahwa kita juga sudah punya fasilitas yang baik, yang tingkat nasional bahkan sampai internasional,” ujar Rahmat.

Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem olahraga. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk latihan, kompetisi, sekaligus pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Mirza juga menempatkan turnamen tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan olahraga Lampung menghadapi berbagai agenda olahraga nasional.

“Ini juga menjadi salah satu tools, cara, proses kita menghadapi PON, Pra-PON, dan juga ada Pornas, macam-macam. Ada beberapa acara olahraga nasional yang akan kita ikuti, terutama cabang badminton,” katanya.

Ia mengungkapkan, pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan agar atlet yang muncul dari berbagai kompetisi di daerah dapat dipersiapkan untuk menghadapi level pertandingan yang lebih tinggi.

Jajaran Pemprov Lampung juga mencatat perkembangan positif prestasi olahraga daerah. Pada PON Beladiri 2025, Lampung berhasil meraih lima medali emas, lima medali perak, dan 10 medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan atlet Lampung memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Ini menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang serius, atlet Lampung mampu bersaing di tingkat nasional,” demikian disampaikan dalam rangkaian acara tersebut.

Semangat pembinaan tersebut kemudian diarahkan melalui berbagai agenda olahraga daerah, salah satunya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung Tahun 2026.

Porprov X Lampung melibatkan 15 kabupaten/kota dengan lebih dari 2.000 atlet yang akan berkompetisi pada 32 cabang olahraga.

Jajaran Pemprov Lampung mendorong Porprov tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi antarkabupaten/kota, tetapi juga sebagai bagian dari proses identifikasi, seleksi, dan pembinaan atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Lampung pada PON 2028.

Sementara itu, Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open 2026 secara khusus diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan pelajar untuk berani memulai, tekun berlatih, serta mengembangkan kemampuan hingga mampu mencapai prestasi yang lebih tinggi.

"Semakin banyak kompetisi digelar, semakin terbuka pula kesempatan bagi pelajar dan atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata dia. 

Sementara itu Ketua Panitia Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open 2026, Farhan Adli Fauzan, mengungkapkan turnamen tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Sebanyak 665 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan berbagai kelompok dan kategori. Para peserta terbagi dalam beragam kategori, mulai dari kelompok open, veteran, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Kategori yang dipertandingkan antara lain Open Ganda Putra 37 peserta, Open Ganda Putri 16 peserta, Open Veteran Ganda 25 peserta, SD Ganda Putra 20 peserta, SD Ganda Putri 6 peserta, SD Tunggal Putra 69 peserta. 

SD Tunggal Putri 33 peserta, SMA Ganda Putra 94 peserta, SMA Ganda Putri 22 peserta, SMA Tunggal Putra 124 peserta. Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga bulu tangkis, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat Lampung.

Farhan mengungkapkan, antusiasme tersebut menjadi modal penting agar Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami menginginkan dengan besarnya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan,” ujar Farhan.

Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan juara dalam satu kompetisi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah pencarian serta pembinaan atlet muda potensial.

“Sekaligus menjadi wadah untuk mencari dan membina bibit-bibit atlet potensial Lampung yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Penyelenggaraan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Badminton Open 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih luas di Lampung.

Kompetisi dari tingkat pelajar hingga kategori open memberikan ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding, sementara keberadaan fasilitas olahraga yang memadai dapat mendukung proses latihan dan pembinaan.

Dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, turnamen ini juga membuka peluang bagi munculnya talenta-talenta baru yang dapat dibina secara berkelanjutan. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari