Monday, 03 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Sawah Mulai Kekeringan, Pemprov Lampung Optimalkan Pompa Air dan Dam Parit

03 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Sawah Mulai Kekeringan, Pemprov Lampung Optimalkan Pompa Air dan Dam Parit
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai menyebabkan kekeringan di beragam lahan pertanian.

Berbagai langkah disiapkan, mulai dari peminjaman pompa air, infrastruktur dan pengembangan dam parit, hingga pengusulan sumur bor untuk menjaga pasokan air bagi areal persawahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyebutkan pihaknya terus memantau kondisi lahan pertanian di berbagai daerah melalui laporan penyuluh pertanian yang turun langsung ke lapangan.

Menurut Elvira, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah lahan persawahan di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Puluhan hektare sawah di wilayah tersebut mulai mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air.

"Lokasi itu sudah dicek oleh penyuluh di lapangan. Rencananya di sana ada sumber air permukaan yang bisa dimanfaatkan dengan menarik air menggunakan pompa untuk mengairi sawah. Selain itu juga akan dibuat dam parit agar distribusi air lebih optimal," katanya saat dimintai keterangan, Senin (3/8/2026.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Apabila masih terdapat sumber air permukaan seperti sungai atau embung, petani akan difasilitasi dengan pompa air beserta jaringan perpipaan maupun infrastruktur dan pengembangan dam parit agar air dapat dialirkan ke areal persawahan.

Sementara untuk daerah yang tidak memiliki sumber air permukaan, pemerintah membuka peluang pengusulan infrastruktur dan pengembangan sumur bor sebagai solusi penyediaan air irigasi selama musim kemarau.

"Kalau ada air permukaan, kami bantu dengan peminjaman pompa dan perpipaan atau dam parit. Kalau tidak ada sumber air permukaan, bisa diusulkan infrastruktur dan pengembangan sumur bor," jelasnya.

Selain Kabupaten Pesawaran, Elvira menyebut pihaknya juga menerima laporan adanya lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan di Kabupaten Lampung Tengah. Namun, hingga saat ini kondisi tersebut masih belum berdampak pada gagal panen.

"Ada beberapa laporan juga, seperti di Lampung Tengah. Tetapi sejauh ini belum sampai menyebabkan gagal panen," ujarnya.

Ia menambahkan keterangan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di sentra-sentra produksi pangan.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan agar kekeringan tidak berkembang menjadi ancaman yang dapat menurunkan produktivitas pertanian maupun memicu gagal panen pada musim tanam tahun ini.

Melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian dan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Lampung mengharapkan penanganan kekeringan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi dan produksi pangan daerah dapat terjaga. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari