Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Sambut Kapal Induk Pertama Indonesia, Dermaga Teluk Ratai Pesawaran Diperpanjang Hingga 600 Meter

21 July 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Sambut Kapal Induk Pertama Indonesia, Dermaga Teluk Ratai Pesawaran Diperpanjang Hingga 600 Meter
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pesawaran tengah dipersiapkan menjadi pangkalan bagi kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut.

sebagian fasilitas di dermaga yang selama ini digunakan untuk mendukung operasional kapal-kapal perang TNI AL kini ditingkatkan agar mampu melayani kapal perang berukuran jauh lebih besar, yakni kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan diterima Indonesia dari Italia.

Peningkatan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026, sehingga seluruh fasilitas telah siap saat kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada September mendatang.

Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menuturkan, pembangunan daerah yang tengah berlangsung meliputi pelebaran dan perpanjangan dermaga, serta penyempurnaan berbagai fasilitas penunjang seperti jaringan listrik dan pasokan air bersih.

"Informasi yang kami terima, fasilitas yang awalnya memang tidak diperuntukkan bagi kapal induk saat ini sedang dilebarkan dan dipanjangkan. Fasilitas listrik dan air juga sedang dipersiapkan. Insya Allah bulan September seluruh fasilitas sudah siap digunakan," kata Kolonel Kanang saat diwawancarai usai agenda media gathering bersama awak media di Markas Brigif 4 Marinir/BS, Selasa (21/7/2026).

Menurut Kanang, progres pembangunan daerah kini telah memasuki tahap akhir dengan capaian sekitar 75 hingga 80 persen.

Dermaga yang sebelumnya melayani kapal-kapal milik Pangkalan TNI AL akan diperpanjang hingga mencapai sekitar 500 sampai 600 meter agar mampu menjadi tempat sandar kapal induk secara penuh.

"Saat ini progresnya sudah hampir 75 sampai 80 persen. Target penyelesaiannya akhir Agustus," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan Teluk Ratai sebagai kawasan strategis pertahanan laut sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Kini, kawasan tersebut dipersiapkan menjadi salah satu pangkalan penting untuk mendukung operasional kapal induk pertama Indonesia beserta unsur-unsur pendukungnya.

Menurut dia, kapal induk tidak akan beroperasi sendiri. Dalam satu gugus tugas, kapal tersebut akan didampingi berbagai kapal perang lain, mulai dari kapal eskorta, kapal penyapu ranjau, hingga kapal cepat yang juga akan bersandar di Teluk Ratai.

"Tentunya kapal induk tidak bisa berdiri sendiri. Ada kapal eskorta, kapal penyapu ranjau, kapal cepat, semuanya nanti akan bersandar di sini," jelasnya.

Selain pembangunan daerah fisik, Kanang mengungkapkan informasi awal yang diterimanya menyebutkan akan ada sekitar 100 pengawak atau tenaga ahli yang mendampingi operasional awal kapal sebagai bagian dari proses transfer of technology (ToT) kepada personel TNI Angkatan Laut.

Di sisi lain, ia memastikan aktivitas pelayaran menuju kawasan wisata di Kabupaten Pesawaran tetap dapat berlangsung. Jalur kapal wisata menuju Pulau Pahawang maupun destinasi lain akan diarahkan melalui sisi luar Pulau Kalagian sehingga tidak melintasi kawasan dermaga yang menjadi area strategis pertahanan.

"Penggunaan jalur wisata ke Pahawang dan sekitarnya tidak melalui depan wilayah dermaga, tetapi dari sisi luar Pulau Kalagian sehingga tidak mengganggu aktivitas di kawasan Teluk Ratai," katanya.

Dari hasil penelusuran, kapal induk yang akan memperkuat armada TNI AL adalah Giuseppe Garibaldi (C551), kapal induk ringan yang sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, bobot penuh sekitar 13.800 ton, serta mampu melaju hingga lebih dari 30 knot.

Selama berdinas di Italia, kapal tersebut dirancang mengoperasikan pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL) serta sebagian helikopter, menjadikannya salah satu aset strategis dalam operasi laut modern.

Rencana penguatan armada laut Indonesia itu telah mendapat lampu hijau dari Komisi I DPR RI. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan pada 20 Juli 2026, DPR menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia dengan nilai sekitar 54,02 juta euro.

Selain kapal, Indonesia juga akan menerima dukungan pelatihan bagi awak kapal sebagai bagian dari proses alih teknologi (transfer of technology/ToT).

Pemerintah menargetkan kapal tersebut tiba di Indonesia pada September 2026, bertepatan dengan rampungnya peningkatan fasilitas dermaga di Teluk Ratai.

Meski demikian, Kolonel Kanang memastikan Brigif 4 Marinir/BS bukan satuan yang bertugas mengoperasikan kapal induk. Brigif hanya memiliki tanggung jawab menjaga keamanan wilayah darat di sekitar kawasan strategis tersebut, sedangkan seluruh aspek teknis pengoperasian kapal menjadi kewenangan TNI Angkatan Laut.

"Kami hanya berbicara dari sisi pengamanan wilayah. Untuk teknis pengoperasian kapal maupun pengawaknya merupakan kewenangan TNI Angkatan Laut," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari