Friday, 04 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Teladani Akhlak Nabi, Universitas Teknokrat Indonesia Dorong Sivitas Akademika Berilmu dan Berintegritas

04 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Teladani Akhlak Nabi, Universitas Teknokrat Indonesia Dorong Sivitas Akademika Berilmu dan Berintegritas
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

“Meneladani Akhlak-Nya untuk Menjadi Insan yang Berilmu dan Berintegritas”. acara tersebut diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.

acara ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta nilai-nilai spiritual.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Aulya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs., menyampaikan bahwa meskipun Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai perguruan tinggi yang fokus pada teknologi, ekonomi, dan bahasa, proses pendidikan di kampus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

“Insyaallah dalam proses pembelajaran di Universitas Teknokrat Indonesia, kami tidak meninggalkan nilai-nilai agama. Kami juga terus meneladani ajaran Rasulullah untuk selalu berbagi dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin di Provinsi Lampung,” ujar Aulya.

Ia menambahkan keterangan, Yayasan Pendidikan Teknokrat juga secara rutin menunaikan zakat mal sebagai bentuk kepedulian dan implementasi nilai-nilai berbagi.

“Setiap tahun Yayasan Pendidikan Teknokrat selalu menunaikan zakat mal. Melalui zakat mal ini kita diajarkan untuk berbagi dan meneladani apa yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi kita semua,” lanjutnya.

Empat Sifat Rasulullah Jadi Teladan Sivitas Akademika

dalam pidatonya, Aulya menggarisbawahi empat sifat Rasulullah SAW yang penting diterapkan dalam kehidupan sivitas akademika, yakni Siddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh.

Siddiq berarti jujur dan dapat dipercaya. Nilai ini penting diterapkan dalam seluruh aktivitas akademik, baik dalam proses pembelajaran, penelitian maupun pelaksanaan tugas.

Amanah berarti bertanggung jawab. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.

Fathonah berarti cerdas. Menurut Aulya, sivitas akademika harus terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

“Teknokrat harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Kita memiliki teknologi, robotik, kewirausahaan, dan bahasa. Semua itu harus menjadi bagian dari upaya mencetak mahasiswa yang siap menjadi Generasi Emas 2045,” katanya.

Sementara Tabligh bermakna menyampaikan kebenaran dan memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan sivitas akademika, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial secara bijak.

Tausiyah: Cintai Nabi dan Teladani Akhlaknya

acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Dr. H. Asep Kholis Nurjamil, S.H.I., M.Kom.I.

Dalam suasana santai namun sarat makna, Ustadz Asep mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengapresiasi Universitas Teknokrat Indonesia yang menyelenggarakan acara Maulid pada Jumat pagi sebagai bagian dari upaya membangun suasana kampus yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Asep menyampaikan tiga alasan penting mengapa umat Islam harus mencintai Nabi Muhammad SAW, yakni agar mendapatkan cinta Allah SWT, memperoleh syafaat Nabi, serta menjadikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik.

Ia juga mengingatkan dua sikap utama yang perlu diteladani, yakni syukur dan sabar.

Empat Sifat Rasulullah untuk Diterapkan di Teknokrat

Ustadz Asep kemudian kembali menekankan empat sifat Rasulullah yang relevan dengan kehidupan sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia.

Pertama, Siddiq atau jujur. Kejujuran harus menjadi dasar dalam mengajar, belajar, melakukan penelitian, maupun menjalankan pekerjaan.

Kedua, Amanah atau bertanggung jawab. Setiap individu harus mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan memberikan hasil terbaik.

Ketiga, Fathonah atau cerdas. Sivitas akademika didorong untuk terus meningkatkan pengetahuan dan tidak berhenti belajar.

Keempat, Tabligh atau menyampaikan dan memberikan manfaat. Ilmu yang dimiliki harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Khairunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujar Ustadz Asep.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan teknologi, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan, digunakan untuk kebaikan dan memberikan manfaat, bukan menjadi sumber keburukan.

Kampus Berdampak, Bangun Ilmu Sekaligus Karakter

acara pembinaan spiritual ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Berdampak.

Kampus tidak hanya berupaya menghasilkan Dosen Terbaik dan Mahasiswa Terbaik melalui prestasi akademik, riset, teknologi, dan inovasi, tetapi juga membangun karakter, integritas, kepedulian sosial, serta tanggung jawab moral.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Sejalan dengan SDGs

acara ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

- SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai moral.

- SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sivitas akademika.

- SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan perguruan tinggi.

acara kemudian dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Tim Shalawat Asma Yusuf Teknokrat. Seluruh peserta mengikuti pembacaan shalawat dengan penuh khidmat.

acara ditutup dengan istigfar, shalawat, dan doa bersama. Ustadz Asep turut mendoakan agar Universitas Teknokrat Indonesia senantiasa mendapatkan keberkahan, seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Melalui acara tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat komitmennya untuk menjadi Kampus Berdampak yang melahirkan Dosen Terbaik, Mahasiswa Terbaik, dan lulusan unggul, berilmu, berkarakter, berintegritas, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari