Wednesday, 14 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Revitalisasi TK Negeri 3 Metro Telan Anggaran Rp735 Juta, Kebutuhan Toilet Belum Terakomodasi

14 October 2026 10:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Revitalisasi TK Negeri 3 Metro Telan Anggaran Rp735 Juta, Kebutuhan Toilet Belum Terakomodasi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Metro – Proyek revitalisasi TK Negeri 3 Metro Utara senilai Rp735 juta masih menyisakan kebutuhan sarana pendukung, terutama toilet dan pagar sekolah. Persoalan tersebut mencuat saat Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, meninjau infrastruktur dan pengembangan di Jalan Dariman, RW 10, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu (14/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Rafieq melihat langsung perkembangan infrastruktur dan pengembangan yang masih berlangsung. Ia menilai kondisi fasilitas, khususnya kamar mandi, perlu menjadi perhatian agar seluruh sarana dapat berfungsi optimal saat digunakan untuk agenda belajar mengajar.

“ Tadi kita sudah keliling. Karena masih proses revitalisasi, saya belum bisa melihat secara pasti mana yang prioritas. Tapi yang saya lihat tadi, yang masih kurang ini kamar mandi,” kata Rafieq.

Proyek revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 itu dikerjakan oleh Panitia infrastruktur dan pengembangan Satuan Pendidikan (P2SP) TK Negeri 3 Metro Utara. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 112 hari kerja, mulai 22 Juli hingga 22 November 2026.

Kepala TK Negeri 3 Metro Utara, Fitria SY, menjelaskan infrastruktur dan pengembangan belum sepenuhnya selesai. Pihak sekolah terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pengawas infrastruktur dan pengembangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Program revitalisasi ini belum selesai. Alhamdulillah, pihak sekolah melakukan pengawasan terus. Jadi, kami selalu konfirmasi dan berkolaborasi dengan pengawasnya untuk infrastruktur dan pengembangan ini,” ujar Fitria.

Meski secara umum pekerjaan yang telah ditinjau dinilai cukup baik, Fitria mengungkapkan sekolah masih membutuhkan tambahan toilet dan pagar. Menurutnya, kebutuhan toilet sebelumnya telah diajukan, tetapi belum disetujui dalam program revitalisasi yang diterima sekolah.

“Keluhan kami hanya kekurangan toilet. Kami sudah mengajukan toilet, tetapi tidak disetujui. Jadi, kekurangan kami itu di toilet dan pagar,” ungkapnya.

Dalam program revitalisasi tersebut, terdapat tiga bangunan utama yang dikerjakan, yakni ruang administrasi, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan ruang kelas baru. Anggaran Rp735 juta juga mencakup pekerjaan sanitasi serta komponen infrastruktur dan pengembangan lain sesuai rencana anggaran biaya (RAB).

Rafieq menjelaskan, di area yang berkaitan dengan fasilitas kamar mandi masih terdapat barang-barang yang ditumpuk. Ia menyebut ruang penyimpanan atau gudang masih disiapkan dan memiliki harapan penataan tersebut segera diselesaikan agar fasilitas dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Selain toilet dan pagar, sekolah juga masih menunggu bantuan mainan baru dari pemerintah pusat. Fasilitas bermain tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas anak-anak sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar.

Rafieq menekankan, infrastruktur dan pengembangan sarana pendidikan harus menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi peserta didik. Ia meminta pihak terkait memastikan pekerjaan diselesaikan dengan baik, sesuai ketentuan, serta memperhatikan kebutuhan anak-anak.

“Karena ini untuk keperluan para generasi masa depan kita, saya minta dapat memberikan hasil yang maksimal. Jangan sampai ada hal-hal buruk yang terjadi ke depannya dari infrastruktur dan pengembangan ini dan pastikan apa yang dikerjakan ini bisa bermanfaat langsung kepada anak-anak kita,” tegasnya.

Dengan target penyelesaian pada 22 November 2026, proyek revitalisasi tersebut masih memiliki waktu untuk menuntaskan pekerjaan. Kualitas bangunan, kesiapan sanitasi, serta kebutuhan fasilitas pendukung menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar anggaran yang dialokasikan memberikan manfaat optimal bagi sekolah dan peserta didik. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari