BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG– Hari Jumat merupakan penghulu segala hari (Sayyidul Ayyam) yang penuh dengan keberkahan bagi umat Islam.
Di antara sekian banyak amalan yang dianjurkan, membaca Surat Al-Kahfi menjadi salah satu ibadah yang paling istimewa karena menjanjikan perlindungan hingga cahaya di hari kiamat
Melansir berbagai literatur hadis, amalan ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan bekal spiritual bagi seorang Muslim dalam menghadapi hiruk-pikuk dunia.
Salah satu alasan terkuat mengapa Rasulullah SAW sangat menganjurkan surat ke-18 dalam Al-Qur’an ini adalah sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
Dalam Hadis Riwayat Muslim, disebutkan bahwa siapa pun yang menghafal atau membaca sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah paling besar di akhir zaman tersebut.
Tidak hanya perlindungan di akhir zaman, membaca Al-Kahfi juga memberikan 'bonus' luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Pancaran Cahaya: Pembacanya akan dianugerahi cahaya (nur) yang memancar dari telapak kaki hingga ke langit.
Cahaya ini akan menjadi penerang saat hari kiamat kelak.
Penghapus Dosa: Allah SWT menjanjikan ampunan dosa di antara dua Jumat bagi mereka yang istikamah mengamalkannya.
Ketenangan Hati: Kandungan kisah dalam Al-Kahfi, mulai dari kisah pemuda penghuni gua hingga perjalanan Nabi Musa, memberikan pelajaran tentang ketenangan jiwa dalam menghadapi ujian hidup.
Kapan Waktu Terbaik Membacanya?
Banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya mengenai batasan waktu membaca Al Kahfi.
Berdasarkan tuntunan sunnah, waktu pelaksanaan amalan ini sangat fleksibel, yakni.
Dimulai: Sejak matahari terbenam pada hari Kamis (malam Jumat).
Berakhir: Sampai matahari terbenam pada hari Jumat (menjelang waktu Maghrib).
Artinya, umat Muslim memiliki waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan 110 ayat dalam surat ini, baik dibaca sekaligus maupun dicicil setelah salat fardu.
Bagi Anda yang memiliki rutinitas padat, jangan berkecil hati. Anda bisa mencicil pembacaan surat ini.
Misalnya, membaca 30 ayat setelah salat Maghrib di malam Jumat, lalu dilanjutkan setelah Subuh dan Zuhur di hari Jumat.
Jika waktu benar-benar terbatas, para ulama menyarankan untuk tidak meninggalkan setidaknya 10 ayat pertama atau 10 ayat terakhir sebagai bentuk ikhtiar meraih keutamaannya.
Mari jadikan Jumat kita lebih bermakna dengan menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW.
Sebab, amalan yang ringan namun konsisten akan membawa dampak besar bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak.