Saturday, 22 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila: Untuk pengabdian yang lebih Luas

22 August 2026 18:54 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila: Untuk pengabdian yang lebih Luas
Foto: Dokumentasi

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

 

Dengan langkah tenang dan penuh kesadaran akan tanggung jawab, Prof. Warsito serahkan dokumen pendaftaran sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031.

Tidak ada kemeriahan yang berlebihan dalam perjalanan itu. Prof. Warsito berangkat dari Kantor Jurusan Fisika FMIPA Unila, didampingi tiga guru besar, Prof. Mustofa Usman, Prof. Endang, dan Prof. Sutiarso, serta dua orang staf.

“Saya melaksanakan amanah yang diberikan kepada saya," kata Prof. Warsito pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Diterima Ketua dan Sekretaris Senat serta Panitia Pilrek Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan Prof. Warsito diterima di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor oleh Ketua dan Sekretaris Senat Unila, serta Ketua dan Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor. Sebanyak 13 formulir beserta berkas persyaratan pendaftaran diserahkan kepada Panitia Pemilihan Rektor. Berdasarkan verifikasi awal, seluruh dokumen yang disampaikan dinyatakan lengkap.

Menjelang akhir pertemuan, Prof. Warsito menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pendaftaran maupun perjalanan tim terdapat kekurangan atau kesalahan. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju kepemimpinan tidak harus dimulai dengan kesempurnaan. Ia justru dapat dimulai dengan kerendahan hati.

Namun bagi Prof. Warsito, perjalanan ini bukan semata-mata tentang menuju sebuah jabatan. Ini adalah tentang menjawab sebuah amanah, memberi kembali kepada almamater, hadirkan pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan institusi, dan menjaga agar setiap proses kepemimpinan tetap berada dalam koridor integritas, keilmuan, persaudaraan, dan pengabdian.

Pada akhirnya, mungkin itulah makna terdalam dari sebuah pencalonan: bukan meminta untuk dipercaya, melainkan bersedia mempertanggungjawabkan kepercayaan.

“Untuk Unila. Untuk ilmu pengetahuan. Untuk pengabdian yang lebih luas," ujarnya. (*).

.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari