Thursday, 16 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pilu Seorang Ibu di Batas Akhir Pencarian Putrinya di Tengah Selat Sunda

16 July 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Pilu Seorang Ibu di Batas Akhir Pencarian Putrinya di Tengah Selat Sunda
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang yang diduga terjatuh dari KMP Batumandi di perairan Selat Sunda, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Rabu (15/7/2026).

Meski seluruh prosedur pencarian telah berakhir, kisah pilu sang ibu yang terus menanti kepulangan putrinya menjadi potret duka yang menyentuh hati.

Selama sepekan terakhir, Madesta Sijabat memilih ikut dalam setiap upaya pencarian bersama tim Basarnas.

Duduk di atas Rigid Inflatable Boat (RIB) yang membelah ombak Selat Sunda, ia berusaha berada sedekat mungkin dengan lokasi tempat putrinya diduga jatuh pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Raut wajahnya terlihat lelah dan penuh kesedihan. Di tengah luasnya lautan, pandangannya kerap tertuju ke arah ombak yang bergulung, seolah menginginkan ada kabar yang mampu mengakhiri penantian panjang keluarganya. Namun hingga hari terakhir operasi SAR, harapan itu belum juga terwujud.

Kesedihan Madesta memuncak saat mengikuti penyisiran laut pada Senin (13/7/2026). Di atas perahu, ia tak mampu menahan tangis sambil memanggil nama putrinya berulang kali.

Dengan suara lirih, ia menyampaikan kerinduan dan harapan agar sang anak dapat kembali ke pelukannya.

Momen paling mengharukan terjadi sehari kemudian, Selasa (14/7/2026), bertepatan dengan ulang tahun ke-19 Zora.

Melalui unggahan status WhatsApp, Madesta menuliskan ucapan ulang tahun yang dipenuhi doa dan harapan agar putrinya memperoleh perlindungan Tuhan serta dapat kembali dengan selamat. Pesan itu menyentuh banyak pihak yang turut mengikuti perkembangan pencarian.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menyampaikan operasi pencarian resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

Selama pencarian, tim SAR gabungan telah menyisir area hingga radius sekitar 25 mil laut, mencakup perairan Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga wilayah Kalianda.

Menurut Rezie, seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, Polairud, TNI AL, hingga nelayan setempat, telah kembali ke satuan masing-masing setelah operasi dinyatakan selesai.

Meski demikian, pemantauan secara pasif tetap dilakukan selama beberapa hari ke depan apabila terdapat laporan atau informasi baru dari masyarakat maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Bagi keluarga, berakhirnya operasi pencarian bukan berarti berakhir pula harapan. Mereka menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang telah berupaya maksimal selama tujuh hari pencarian.

Di balik dihentikannya operasi resmi, Madesta masih menyimpan keyakinan dan doa agar suatu hari putri tercintanya dapat kembali, meski penantian itu kini hanya diselimuti harapan dan keikhlasan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari