BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
publik menyusul penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, akhirnya tampil di hadapan publik.
Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), ia memberikan klarifikasi atas beragam isu yang menyeret namanya.
Febrie membantah memiliki keterkaitan dengan Kafe de'Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang sebelumnya turut digeledah penyidik. Namun, ia mengakui rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang juga menjadi lokasi penggeledahan memang merupakan rumah pribadinya.
"Seluruh hal yang berkaitan dengan rumah tersebut dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme hukum yang berlaku," ungkapnya.
Terkait temuan brankas berisi tujuh koper yang memuat emas batangan 74 kilogram serta uang tunai dalam berbagai mata uang asing, Febrie tidak menjelaskan secara rinci kepemilikannya.
"Uang tersebut memiliki pemilik dan berkaitan dengan aktivitas tertentu yang dapat diverifikasi oleh penyidik," lanjutnya.
Menurutnya, penjelasan lengkap akan disampaikan melalui proses hukum, bukan melalui konferensi pers.
Dalam kesempatan yang sama, Febrie memastikan Kejaksaan Agung menghormati seluruh proses penyidikan yang dilakukan kepolisian. Ia juga mengajak publik menunggu hasil penyidikan, termasuk terkait dugaan korupsi tata kelola batu bara yang dikaitkan dengan kasus pemadaman listrik (blackout).
Menurutnya, penyidik perlu melakukan audit menyeluruh agar dapat diketahui secara objektif ada atau tidaknya unsur pidana.
Selain memberikan klarifikasi, Febrie juga mengungkap perkembangan penyidikan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut perkara tersebut menjadi salah satu prioritas Kejaksaan Agung.
Dari hasil penyidikan sementara, jumlah nama yang disebut dalam perkara itu bertambah dari 41 menjadi 47 orang. Meski demikian, ia memastikan tidak semua nama yang muncul otomatis terlibat dalam tindak pidana karena penyidik masih mendalami peran masing-masing.
Kemunculan Febrie menjadi perhatian publik karena merupakan penampilan pertamanya setelah berbagai isu berkembang terkait penggeledahan rumahnya dan beragam perkara besar yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Ia memastikan seluruh persoalan akan dibuktikan melalui proses hukum yang transparan dan meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum penyidikan selesai.