Saturday, 23 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Perkenalkan Puspa dan Muli Sikop, Dua Bayi Harimau Sumatera yang Lahir di Lembah Hijau Lampung

22 May 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Perkenalkan Puspa dan Muli Sikop, Dua Bayi Harimau Sumatera yang Lahir di Lembah Hijau Lampung
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG – Taman Satwa Lembah Hijau Bandarlampung resmi memperkenalkan dua penghuni barunya kepada publik, Jumat 22 Mei 2026. Mereka adalah Puspa dan Muli Sikop, dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin betina.

Kehadiran Puspa dan Muli Sikop tidak hanya membawa kebahagiaan bagi dunia pariwisata Lampung, tetapi juga menjadi simbol kemenangan besar dan harapan baru bagi pelestarian satwa langka yang terancam punah di Indonesia.

Menariknya, pemberian nama kedua bayi harimau ini bukan sekadar panggilan biasa, melainkan sarat akan makna mendalam dan kehormatan terhadap kearifan lokal.

Filosofi di Balik Nama Puspa dan Muli Sikop

Nama anak harimau pertama, Puspa, diberikan langsung oleh istri Gubernur, Purnama Wulan Sari Mirza. Dalam bahasa Indonesia, Puspa memiliki arti bunga, yang menggambarkan keindahan, kelembutan, sekaligus kecantikan.

Sementara itu, saudara kembarnya diberi nama Muli Sikop. Nama ini diambil dari bahasa daerah Lampung yang berarti gadis cantik.

Perpaduan nama Puspa dan Muli Sikop ini sengaja disematkan sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap kekayaan budaya dan filosofi luhur masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang hadir langsung dalam momen pengenalan tersebut mengaku sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran dua 'gadis cantik' berbulu loreng ini.

"Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatera yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia," ujar Rahmat Mirzani Djausal, Jumat 22 Mei 2026.

Cetak Sejarah, Lahir dari Sepasang Induk Berkaki Tiga

Kelahiran Puspa dan Muli Sikop menorehkan tinta emas dalam sejarah konservasi di Provinsi Lampung. 

Keduanya menjadi anak Harimau Sumatera pertama yang sukses lahir melalui program konservasi ex-situ (di luar habitat asli) di daerah ini.

Kisah di balik kelahiran Puspa dan Muli Sikop pun terbilang sangat mengharukan. Pasalnya, kedua induk mereka merupakan harimau penyintas (survivor) yang masing-masing hanya memiliki tiga kaki akibat keganasan jerat liar di hutan:

Kyai Batua (Induk Jantan): Dievakuasi dari Lampung Barat pada tahun 2019 silam. 

Kaki kanan depannya terpaksa diamputasi total akibat luka parah terkena jerat baja.

Sinta (Induk Betina): Diselamatkan dari Bengkulu pada akhir 2024. 

Sinta juga harus kehilangan kaki kanan belakangnya akibat jeratan pemburu.

Meski hidup di tengah keterbatasan fisik, keajaiban alam membuktikan bahwa Kyai Batua dan Sinta mampu melahirkan Puspa dan Muli Sikop dalam kondisi yang sangat sehat dan aktif.

Alarm Keras Ancaman Jerat di Hutan Sumatera

Gubernur yang akrab disapa Kiai Mirza ini mengingatkan, kehadiran Puspa dan Muli Sikop harus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa ancaman perburuan liar masih nyata mengintai di kawasan hutan Sumatera.

"Kisah Kyai Batua dan Sinta (induk mereka) menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama," tegas Kiai Mirza.

Sementara Komisaris Taman Satwa Lembah Hijau Lampung, M Irwan Nasution memastikan kondisi kedua bayi harimau dalam keadaan sehat dan masih dalam pengasuhan induknya.

"Terus dalam pantauan tim dari Lembah Hijau dan selalu bersama induknya. Jadi masih terus dalam asuhan induknya," kata Irwan.

Ia menjelaskan, pengunjung nantinya akan dapat melihat kedua bayi harimau tersebut secara bertahap sesuai usia dan kondisi satwa.

"Mungkin awalnya hanya dari jam 8 sampai jam 10 pagi, lalu bertahap diperpanjang. Kita juga menjaga agar harimau tidak kaget dan tetap mendapatkan sinar matahari pagi untuk vitamin D," jelasnya.

Untuk menjaga kesehatan bayi harimau, pihak pengelola menerapkan area terbatas yang hanya bisa diakses keeper, paramedis, dan manajer satwa.

Selain itu, kandang rutin disterilkan, bayi harimau juga menjalani vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pemasangan microchip.

Irwan melanjutkan, Lembah Hijau akan terus mendukung program konservasi Harimau Sumatera bersama pemerintah demi menjaga kelestarian satwa langka tersebut.

Senada, Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menggarisbawahi bahwa angka ancaman pemasangan jerat di alam liar masih sangat tinggi, baik untuk perburuan maupun jebakan babi hutan.

Satyawan mengajak media massa, masyarakat, hingga pembuat kebijakan untuk bersama-sama mengawal kelestarian habitat satwa langka ini agar anak cucu Puspa dan Muli Sikop kelak tetap bisa lestari di alamnya.

Di sela-sela agenda perkenalan dua bayi harimau tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menyempatkan diri berinteraksi langsung serta berfoto bersama Gajah Sumatera koleksi Lembah Hijau bernama Mega dan anaknya, Rawana.

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari