Wednesday, 15 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Perjuangan Warga Lemong Pesibar Bangun Swadaya Jembatan Waykubu

15 July 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Perjuangan Warga Lemong Pesibar Bangun Swadaya Jembatan Waykubu
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

diperlihatkan warga Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).

Tanpa menunggu bantuan pemerintah, masyarakat bahu-membahu membangun kembali Jembatan Waykubu yang rusak agar akses penghubung antardesa tetap dapat digunakan.

Jembatan Waykubu menjadi jalur utama yang menghubungkan Dusun Talang Jaya, Desa Bandar Pugung, dengan sebagian pedukuhan di Desa Penengahan, yakni Rindu Alam, Bumi Harta, Bumi Rahayu, dan Sukajadi.

Kerusakan jembatan tersebut sempat mengganggu aktivitas warga, mulai dari acara ekonomi, pendidikan, hingga akses menuju layanan kesehatan.

Dengan peralatan sederhana dan memanfaatkan material yang tersedia, warga bergotong royong memperbaiki jembatan secara swadaya.

Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan maupun pejalan kaki kembali dapat melintasi jalur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah itu.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Imelda SH menyebutkan, semangat kebersamaan warga patut diapresiasi karena berhasil mengembalikan fungsi jembatan dalam waktu singkat.

"Alhamdulillah, berkat gotong royong masyarakat, jembatan kini sudah bisa dilalui kembali. Namun, perbaikan swadaya seperti ini tentu bukan solusi jangka panjang karena sebelumnya jembatan ini juga pernah dibangun, tetapi kembali mengalami kerusakan," kata Imelda, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai pemerintah daerah bersama Jajaran Pemprov Lampung perlu segera membangun Jembatan Waykubu secara permanen karena keberadaan jembatan tersebut sangat penting, karena menjadi akses utama bagi ribuan warga yang beraktivitas setiap hari.

Imelda menekankan, pembangunan daerah jembatan permanen akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjamin kelancaran distribusi hasil pertanian, aktivitas belajar mengajar, hingga pelayanan kesehatan.

"Infrastruktur yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi demi menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga," tegasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari