BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Sebanyak tujuh dosen terbaik Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung resmi ditetapkan sebagai Reviewer Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) atau Ministry of Religious Affairs-The Awakened Indonesian Research Funds Program (MoRA The AIR Funds Program).
Penetapan bergengsi ini tertuang dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 121 Tahun 2026 tentang Penetapan Reviewer Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, ketujuh dosen UIN RIL ini akan mengemban tugas penting tersebut hingga 31 Desember 2027.
Langkah strategis Kemenag RI dalam menggandeng para akademisi ini dilakukan guna mendorong sekaligus menjamin kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan riset.
Sebagai reviewer nasional, mereka memegang peran sentral dalam memastikan seluruh proses penilaian proposal dan laporan aktivitas riset berjalan objektif, profesional, serta sesuai standar mutu yang ketat.
Merespons capaian ini, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin Z, Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas kepercayaan besar yang diberikan oleh pihak kementerian.
Menurut Prof. Wan Jamaluddin, terpilihnya tujuh dosen UIN RIL merupakan bukti konkret pengakuan tingkat nasional terhadap kompetensi akademik, rekam jejak penelitian, serta integritas yang dimiliki oleh para dosennya.
“Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang patut disyukuri. Kepercayaan dari Kementerian Agama kepada dosen-dosen UIN Raden Intan Lampung sebagai reviewer menunjukkan bahwa kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia yang kita miliki semakin diakui,"jelas Prof Wan.
Ia juga menekankan bahwa tugas baru ini bukan sekadar bentuk kehormatan bagi pihak kampus, melainkan sebuah amanah besar untuk menjaga objektivitas, profesionalisme, dan kualitas pelaksanaan riset di lingkungan Kemenag RI.
Lebih lanjut, Prof. Wan Jamaluddin mengharapkan agar amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem riset nasional. Ia juga ingin momentum ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika UIN RIL untuk terus memacu kualitas penelitian dan publikasi ilmiah mereka.
“Semoga capaian ini juga mendorong semakin banyak dosen UIN Raden Intan Lampung untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, berdampak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Untuk diketahui, seleksi reviewer ini terbilang sangat ketat. Di dalam keputusan tersebut, para reviewer yang terpilih tidak hanya datang dari lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) saja, melainkan juga berkolaborasi dengan akademisi dari Perguruan Tinggi Umum (PTU) serta para periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Nantinya, tugas utama para reviewer ini meliputi penyeleksian proposal riset, pelaksanaan validasi di lapangan, hingga penilaian laporan kemajuan aktivitas riset.
Mereka juga berwenang memberikan rekomendasi terkait keberlanjutan riset tahun jamak (multi-year) berdasarkan hasil evaluasi progress report serta luaran (output) penelitian.
Sebagai informasi, Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kemenag ini mencakup tujuh tema besar riset nasional, yaitu Sosial Humaniora, Sains dan Teknologi, Ekonomi Kreatif, Kesehatan dan Farmasi, Pelayanan Keagamaan, Pendidikan dan Bahasa, serta Studi Agama.
Berikut adalah daftar lengkap 7 dosen UIN Raden Intan Lampung yang sukses menembus posisi reviewer nasional beserta tema riset yang diampu;
Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D. (Tema Riset Sosial Humaniora)
Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D. (Tema Riset Sosial Humaniora)
Prof. Yuberti, S.Pd., M.Pd. (Tema Riset Sosial Humaniora)
Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., CA. (Tema Riset Ekonomi Kreatif)
Dr. Oki Darmawan, M.Pd. (Tema Riset Pendidikan dan Bahasa)
Prof. Dr. A. Kumedi Ja’far, S.Ag., M.H. (Tema Riset Studi Agama)
Prof. Dr. Erina Pane, S.H., M.Hum. (Tema Riset Studi Agama)
(*)