Tuesday, 26 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Perak ‘Menggila’ Ikuti Jejak Emas, Harga Global Tembus USD 78, Domestik Ikut Meroket

26 May 2026 09:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Perak ‘Menggila’ Ikuti Jejak Emas, Harga Global Tembus USD 78, Domestik Ikut Meroket
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Pasar logam mulia kembali bergairah termasuk perak.

Tidak hanya emas, harga perak (silver) dunia dan domestik juga mencatatkan tren penguatan (bullish) yang sangat kuat pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Sentimen ketidakpastian geopolitik global serta efek daya ungkit (leverage) dari reli harga emas menjadi bahan bakar utama melesatnya harga komoditas ini.

Berdasarkan data perdagangan terbaru per 26 Mei 2026, harga spot perak global bergerak dinamis di kisaran USD 75 hingga USD 78 per troy ounce.

Bahkan pada sesi harian, harga spot sempat menyentuh level USD 78,10 per troy ounce, atau mencatat lonjakan harian yang signifikan sebesar 3,66 persen. 

Jika dikonversikan ke mata uang lokal, nilai ini setara dengan Rp76.000 hingga Rp80.000 per gram.

Kenaikan di pasar global ini pun langsung menular ke pasar domestik. 

Di pasar ritel (Trading Economics), harga perak bertengger di kisaran Rp75.360 per gram.

Sementara itu untuk harga perak batangan murni dari produksi PT Aneka Tambang (Antam), saat ini diperdagangkan di level Rp51.400 per gram, melonjak tajam dibanding perdagangan akhir pekan lalu setelah sempat terkoreksi.

Para analis komoditas mencatat, ada dua faktor fundamental utama yang menjadi motor penggerak meroketnya harga perak saat ini

1. Dampak Leverage Emas

Berdasarkan laporan pasar komoditas, harga emas diproyeksikan bakal melonjak menuju Rp2,9 juta per gram. Secara historis, lonjakan harga emas selalu memberikan efek leverage bagi perak. Ketika emas melesat, persentase kenaikan harga perak sering kali jauh lebih tinggi dan agresif.

2. Defisit Pasokan Global yang Kronis

Perak kini bukan sekadar alat investasi lindung nilai (hedging), melainkan komoditas industri vital. Ketatnya kontrol ekspor dari negara produsen utama seperti China memicu kekosongan stok industri. Di sisi lain, konsumsi perak untuk kebutuhan panel surya (energi terbarukan), infrastruktur jaringan 5G, dan komponen kendaraan listrik (EV) terus meroket melampaui kapasitas produksi tambang global.

Prediksi Harga Perak Besok (Rabu, 27 Mei 2026) dengan estimasi 

secara teknikal dan fundamental, logam putih ini masih berpotensi melanjutkan tren penguatan moderat (bullish continuation).

Analisis pasar memetakan dua skenario pergerakan:

Skenario Optimis (Bullish): Jika harga spot global mampu bertahan di atas USD 78 per ons, perak diproyeksikan menguji level resisten baru di kisaran USD 79,50 – USD 81,00 per ons. 

Kondisi ini diperkirakan bakal mengerek harga perak fisik Antam mendekati Rp52.500 – Rp53.000 per gram.

Skenario Koreksi (Bearish): Jika investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), harga spot global diprediksi akan tertahan pada level support kuat di USD 75,00 per ons. 

Sementara untuk pasar domestik, penurunan harga akan dibatasi pada kisaran Rp50.500 per gram.

Optimisme terhadap berkilaunya harga perak tidak hanya berlaku dalam jangka pendek. 

beragam lembaga keuangan raksasa global bahkan kompak merevisi naik proyeksi harga perak hingga akhir tahun.

JP Morgan, misalnya, memproyeksikan harga rata-rata perak akan mantap berada di kisaran USD 81 per ons sepanjang tahun 2026, dengan fluktuasi triwulanan di rentang USD 75 – USD 85.

Langkah serupa diikuti HSBC yang mengubah proyeksi ke atas dan menetapkan harga rata-rata perak di level USD 75 per ons untuk tahun 2026, dipicu oleh defisit produksi tambang yang berkepanjangan.

Perlu diingat, pergerakan harga logam mulia bersifat sangat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan menit mengikuti pergantian sesi pasar global (Asia, Eropa, dan Amerika).

Bagi Anda yang ingin memantau pergerakan harga perak harian secara real-time, pergerakan grafik pasar internasional dapat diakses langsung melalui platform seperti Trading Economics.

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari