BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Dinas Pendidikan setempat menelusuri akar persoalan terkait kasus penusukan yang melibatkan dua pelajar SMP di kota tersebut.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengungkapkan pihaknya telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mencari tahu secara detail penyebab terjadinya insiden tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Ini lagi diurusin dan juga kita lagi perintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk mencari tahu secara detail apa akar permasalahannya dan kejadian ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Eva meminta pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga guru, lebih memperhatikan dan mengawasi aktivitas para siswa, khususnya saat berada di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam di sekolah juga perlu diperketat agar siswa tetap fokus saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Semoga dari kepala sekolah ataupun guru bisa membantu mengawasi. Boleh bawa HP, tapi kalau lagi belajar jangan,” katanya.
Selain itu, Pemkot Bandar Lampung melalui satuan tugas (Satgas) yang telah dibentuk juga akan memberikan pengarahan kepada para pelajar guna mencegah aksi kekerasan di lingkungan sekolah.
"Satgas kita lagi jalan, mungkin nanti sama bunda juga akan kita berikan pengarahan kepada anak-anak. Sekarang mereka harus fokus sekolah dan kejar cita-cita,” jelasnya.
Diketahui, seorang pelajar SMP di Kota Bandar Lampung berinisial VI (13) menjadi korban penusukan usai terlibat perkelahian dengan teman sejawatnya pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Kapolsek Sukarame, Henry Dunan Pandiangan, membenarkan peristiwa tersebut. Insiden terjadi di sekitar pemukiman warga di Jalan Raden Pemuka, Gang Masjid, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim.
"Benar, insiden penusukan melibatkan dua pelajar SMP. Korban merupakan warga Gunung Sulah, Way Halim. Sedangkan pelaku berinisial KAS (13) merupakan warga Kelurahan Jagabaya 3,” ujarnya.
Dalam peristiwa itu, korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan pinggang akibat senjata tajam berupa pisau dapur.
"Korban mengalami dua luka tusuk akibat senjata tajam dan kini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit,” pungkasnya.