BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
pengunjung yang datang ke gerai PT Perkebunan Nusantara I (Persero) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dalam perayaan ulang tahun ke-15 salah satu stasiun televisi nasional, PTPN I (Persero) memperkenalkan ragam produk perkebunan sekaligus menunjukkan langkah perusahaan memperkuat hilirisasi, dari komoditas hingga menjadi produk bernilai tambah yang lebih dekat dengan konsumen.
Mengusung pesan “Dari Bumi Sendiri”, gerai PTPN I (Persero) menjadi ruang perjumpaan antara produk perkebunan dan konsumen.
Pengunjung dapat mencicipi Walini Blackcurrant dan Walini Lemon yang disajikan dingin, serta Den Malabar Black Tea Orange dalam sajian hangat.
Beragam produk lainnya turut ditampilkan, mulai dari teh Kaligua, kopi Banaran dan Gualpara, hingga cerutu Golden Djawa dan Deli.
Kehadiran produk tersebut memperlihatkan perjalanan komoditas perkebunan yang tidak berhenti pada hasil produksi di kebun, tetapi terus dikembangkan melalui pengolahan, penguatan merek, peningkatan mutu, dan perluasan pasar.
Pengalaman mencicipi produk itu turut menarik perhatian beberapa tokoh yang hadir. Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily menjadi salah satu tamu yang menyempatkan diri mengunjungi gerai PTPN I (Persero) dan mencicipi sajian teh.
Ia mengapresiasi cita rasa teh yang disuguhkan sekaligus melihat potensi besar hasil perkebunan Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
"Cita rasanya mantap. Ini bukti nyata bahwa hasil kebun Indonesia punya kelas dan potensi sangat besar untuk diolah menjadi produk berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi lebih,” tutur Ace Hasan.
Antusiasme pengunjung juga berlanjut dari pengalaman mencicipi hingga pembelian beberapa produk Walini. Bagi PTPN I, respons tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus membaca selera pasar secara langsung.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menuturkan penguatan hilirisasi merupakan bagian dari upaya perusahaan memperpanjang rantai nilai komoditas perkebunan.
"Kami tidak ingin berhenti sebagai penghasil komoditas. Nilai ekonomi teh, kopi, dan tembakau harus bergerak lebih jauh melalui pengolahan dan pengembangan produk. ‘Dari Bumi Sendiri’ adalah pesan bahwa apa yang tumbuh dari tanah Indonesia dirawat dengan riset, inovasi, dan standar mutu, hingga hadir sebagai produk yang memiliki nilai dan dapat dibanggakan konsumen,” ujar Rivai.
Menurut Rivai, hilirisasi tidak sebatas mengubah komoditas menjadi barang jadi. Lebih dari itu, hilirisasi mencakup infrastruktur dan pengembangan ekosistem produk secara menyeluruh, mulai dari konsistensi mutu, inovasi dan kemasan, penguatan jenama, hingga distribusi dan akses pasar.
"Ujung dari hilirisasi adalah terciptanya nilai bersama. Bukan hanya bagi korporasi, tetapi juga bagi petani, pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem perkebunan. Setiap produk yang sampai ke tangan konsumen membawa cerita tentang tanah Nusantara dan orang-orang yang merawatnya,” kata Rivai.
Melalui penguatan hilirisasi, PTPN I (Persero) terus mendorong hasil perkebunan Indonesia agar tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas, tetapi juga hadir sebagai produk yang memiliki kualitas, identitas, dan daya saing.
Dari kebun Nusantara, tumbuh komoditas. Dari proses hilirisasi, lahir nilai. Dan dari “Bumi Sendiri”, produk perkebunan Indonesia semakin dekat dengan konsumen.