Saturday, 07 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Pemerintah Salurkan Jagung Subsidi SPHP, Abas Minta Penyaluran Diperluas ke Seluruh Lampung

07 November 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
‎Pemerintah Salurkan Jagung Subsidi SPHP, Abas Minta Penyaluran Diperluas ke Seluruh Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Ahmad Basuki atau yang akrab disapa Abas, mendorong perluasan akses jagung pakan bersubsidi seharga Rp5.000 per kilogram agar dapat menjangkau peternak rakyat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

‎Dorongan tersebut menyusul peluncuran penyaluran bantuan subsidi Jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak ayam petelur mikro di Kabupaten Lampung Timur.

‎Menurut Abas, program tersebut merupakan langkah strategis untuk membantu peternak rakyat menghadapi tingginya biaya produksi, terutama dari komponen pakan yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha peternakan.

‎Ia menilai, ketersediaan jagung dengan harga terjangkau sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak mikro dan kecil, baik peternak ayam petelur maupun ayam pedaging.

‎"Ini merupakan langkah positif yang perlu kita apresiasi. Peternak mikro membutuhkan dukungan nyata, terutama dalam mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau. Akses jagung Rp5.000 per kilogram tentu menjadi kabar baik apabila dapat dijalankan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peternak," ujar Abas, Sabtu (07/11/2026).

‎Ia menjelaskan, harga bahan baku pakan memiliki pengaruh langsung terhadap struktur biaya produksi peternakan. Ketika harga jagung meningkat, biaya pakan ikut terdorong sehingga dapat menekan keuntungan peternak, terutama pelaku usaha berskala kecil dengan keterbatasan modal.

‎Karena itu, Abas meminta program Jagung SPHP tidak hanya dinikmati kelompok peternak tertentu, tetapi diperluas secara merata ke berbagai daerah di Lampung.

‎Abas menilai, sebagai salah satu daerah penghasil jagung nasional, Lampung memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan ternak.

‎Namun, potensi produksi jagung daerah tersebut harus diikuti dengan kebijakan yang mampu memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan peternakan rakyat.

‎"Jangan sampai kita menjadi daerah penghasil jagung, tetapi peternak kita justru kesulitan mendapatkan bahan baku pakan. Petani jagung harus sejahtera, tetapi peternak rakyat juga harus mendapatkan perlindungan," tegasnya.

‎Ia mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, serta instansi terkait memperkuat koordinasi dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi jagung pakan melalui program SPHP.

‎Menurutnya, pelaksanaan program harus mempertimbangkan kebutuhan riil peternak rakyat, khususnya peternak mikro dan kecil yang memiliki keterbatasan modal serta kemampuan membeli bahan baku dibandingkan perusahaan peternakan berskala besar.

‎Selain keterjangkauan harga, mekanisme pembelian juga perlu dibuat sederhana, transparan, dan mudah diakses. Pendataan peternak, kepastian volume pasokan, serta pemerataan distribusi menjadi faktor penting agar program tepat sasaran.

‎Lebih jauh, Abas menekankan kebijakan jagung tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan perdagangan komoditas. Kebijakan tersebut perlu ditempatkan dalam satu ekosistem ketahanan pangan yang menghubungkan sektor pertanian dan peternakan.

‎Menurutnya, petani jagung membutuhkan kepastian pasar dan harga jual yang layak. Sementara itu, peternak membutuhkan jaminan ketersediaan bahan baku pakan dengan harga yang kompetitif.

‎Kedua sektor tersebut harus mendapatkan perhatian yang seimbang agar rantai pasok pangan daerah berjalan secara berkelanjutan.

‎"Kita ingin membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Petani jagung mendapatkan kepastian pasar, peternak mendapatkan bahan baku yang terjangkau, dan masyarakat memperoleh produk pangan seperti telur dan daging ayam dengan harga yang wajar," jelasnya.

‎Abas menginginkan keberhasilan pembukaan akses jagung pakan bagi peternak mikro di Lampung Timur dapat menjadi praktik baik yang dikembangkan lebih luas di Provinsi Lampung.

‎Ia menekankan, program tersebut perlu dijalankan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada satu wilayah atau kelompok peternak tertentu.

‎"Jangan berhenti di satu wilayah atau kelompok peternak saja. Kalau mekanismenya terbukti baik, kita dorong agar diperluas dan berkelanjutan. Lampung harus menjadi daerah yang kuat dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi jagung sampai penguatan peternakan rakyat," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari