Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pasokan B50 Naik, Dinas ESDM Lampung Klaim Antrean di SPBU Sudah Berkurang

21 July 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Pasokan B50 Naik, Dinas ESDM Lampung Klaim Antrean di SPBU Sudah Berkurang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Antrean kendaraan di beragam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Lampung diklaim mulai berkurang setelah pasokan Biodiesel (B50) ditambah hingga hampir 700 kiloliter (KL) per hari.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyebutkan distribusi Biodiesel ke seluruh SPBU di Lampung kini telah menggunakan campuran biodiesel 50 persen atau B50.

Peningkatan pasokan dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat yang sebelumnya menyebabkan antrean panjang kendaraan di beragam SPBU.

"Kuota normal distribusi Biodiesel di Lampung sekitar 2.100 kiloliter per hari. Namun saat ini realisasinya sudah mencapai 2.797 kiloliter per hari atau hampir 2.800 kiloliter. Dengan penambahan tersebut, antrean di SPBU dalam beberapa hari terakhir mulai berkurang," kata Budhi seusai mengikuti hearing bersama Komisi IV DPRD Lampung, Selasa (21/7/2026).

Menurut Budhi, tambahan pasokan tersebut telah disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Produk Biodiesel yang saat ini dikirim ke SPBU juga telah menggunakan formulasi B50.

"Informasi dari Pertamina Patra Niaga, produk yang dikirim ke SPBU saat ini memang sudah menggunakan B50," ujarnya.

Penerapan B50 tersebut merupakan perubahan dari sebelumnya yang menggunakan campuran biodiesel B40. Meski komposisi bahan bakar mengalami perubahan, Budhi memastikan harga Biosolar yang dijual kepada masyarakat tidak mengalami kenaikan.

"Harganya tetap sama, tidak ada perubahan. Yang berubah hanya komposisi campurannya, dari sebelumnya B40 menjadi B50," jelasnya.

Berdasarkan data realisasi distribusi hingga 15 Juli 2026, penyaluran Biosolar di beragam daerah bahkan telah melampaui kuota harian normal. Di Kota Bandar Lampung, realisasi distribusi tercatat mencapai sekitar 107 persen dari kuota, sedangkan rata-rata distribusi di tingkat Provinsi Lampung berada di kisaran 105 persen.

Budhi menyebutkan peningkatan pasokan tersebut terjadi hampir di seluruh SPBU di Lampung. Kondisi itu diharapkan dapat menjaga ketersediaan Biosolar sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di beragam titik.

"Distribusi meningkat hampir di seluruh wilayah Lampung. Rata-rata realisasinya sudah di atas 100 persen dari kuota harian," pungkasnya.

Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, pemerintah daerah menginginkan kebutuhan Biosolar masyarakat, khususnya pengguna kendaraan berbahan bakar diesel, dapat terpenuhi dengan lebih baik. Antrean panjang di SPBU juga diharapkan terus berkurang seiring stabilnya distribusi di seluruh wilayah Lampung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari