Friday, 04 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

AlKautsar Anak Muda Lampung Emban Tugas Jadi Ketua Forum Jalan Tol di Tingkat Pusat

04 September 2026 21:34 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
AlKautsar Anak Muda Lampung Emban Tugas Jadi Ketua Forum Jalan Tol di Tingkat Pusat
Foto: Dokumentasi

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

 


AlKautsar Anak Muda Lampung Emban Tugas Jadi Ketua Forum Jalan Tol di Tingkat Pusat

*LAMPUNG* — Pengurus pusat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memperkuat perhatian terhadap pengembangan ekosistem jalan tol nasional dengan membentuk Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol. Anak muda asal Lampung, *Dr (C) M. Alkautsar, M.M.* dipercaya memimpin forum tersebut setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat MTI pada tanggal 3 September 2026 kemarin yang diserahkan langsung oleh ketua umum MTI.

Forum ini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi sekaligus pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan strategis jalan tol di Indonesia, mulai dari keselamatan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), konektivitas, investasi dan keberlanjutan industri jalan tol hingga logistik, teknologi, lingkungan, UMKM serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat di sekitar koridor tol.

Ketua Umum MTI *Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU.* menjelaskan, pengembangan jalan tol membutuhkan pendekatan yang semakin komprehensif karena keberadaan jalan tol tidak dapat dipandang hanya sebagai infrastruktur dan pengembangan infrastruktur fisik.

“Jalan tol merupakan sebuah ekosistem. Di dalamnya ada persoalan keselamatan, pelayanan, konektivitas, investasi, teknologi, logistik hingga kepentingan masyarakat. Karena itu diperlukan ruang yang mampu mempertemukan berbagai perspektif dan kepentingan tersebut,” ujar Haris.

Menurutnya, kepercayaan kepada Alkautsar juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda dan daerah untuk berkontribusi dalam diskursus transportasi nasional.

“MTI memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawab. Alkautsar merupakan anak muda dari Lampung yang memiliki pengalaman dan banyak bersentuhan dengan dinamika jalan tol di Sumatera. Kami mengharapkan pengalaman tersebut dapat dibawa menjadi gagasan dan kontribusi di tingkat nasional,” katanya.

Alkautsar menjelaskan, salah satu langkah pertama setelah menerima amanah tersebut adalah mempersiapkan Focus Group Discussion (FGD) berskala nasional mengenai ekosistem jaringan jalan tol Indonesia.

FGD tersebut dirancang tidak sekadar menjadi forum seremonial, tetapi ruang untuk mendengarkan pandangan berbagai unsur yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan jalan tol. Pemerintah dan regulator (BPJT) , Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), akademisi, praktisi, asosiasi, unsur keselamatan transportasi, dunia usaha hingga masyarakat akan didorong terlibat untuk melihat persoalan jalan tol dari berbagai perspektif.

“Kita ingin memulai dengan mendengar. Jalan tol memiliki persoalan yang kompleks dan setiap daerah mempunyai karakteristik berbeda. Karena itu, forum ini harus mempertemukan regulator, operator, akademisi, praktisi, dunia usaha dan masyarakat dalam satu meja untuk melihat persoalan sekaligus merumuskan rekomendasi,” kata Alkautsar.

Menurut dia, pembahasan juga akan diarahkan untuk melihat tantangan pengembangan jaringan jalan tol secara lebih luas, termasuk bagaimana infrastruktur dan pengembangan jalan tol memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat sistem logistik nasional.

Menariknya, Lampung direncanakan menjadi tuan rumah agenda nasional perdana Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI tersebut.

Pemilihan Lampung dinilai memiliki relevansi strategis. Provinsi tersebut merupakan salah satu pintu utama Pulau Sumatera sekaligus simpul penting pergerakan manusia dan logistik antara Jawa dan Sumatera melalui jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.

“Lampung adalah gerbang Sumatera. Karena itu, kami ingin persoalan jalan tol Indonesia tidak selalu dibicarakan dari Jakarta. Daerah yang menjadi bagian langsung dari perkembangan jaringan jalan tol juga harus menjadi tempat lahirnya gagasan nasional,” ujar Alkautsar.

Ia mengharapkan penyelenggaraan agenda Pengurus Pusat MTI di Lampung sekaligus memberikan kebanggaan tersendiri bagi daerah karena Lampung dapat menjadi titik pertemuan pemangku kepentingan jalan tol dari berbagai wilayah Indonesia.

“Ini bukan semata-mata membawa aktivitas nasional ke Lampung. Yang lebih penting adalah menjadikan Lampung sebagai salah satu ruang lahirnya pemikiran mengenai masa depan jalan tol Indonesia,” katanya.

Alkautsar menekankan forum tersebut akan diarahkan untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan.

“Ukuran keberhasilan infrastruktur dan pengembangan jalan tol ke depan bukan hanya berapa kilometer jalan yang berhasil dibangun. Kita juga harus memastikan jalan tol semakin aman, memenuhi standar pelayanan, sehat secara investasi, berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari