BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(IDI) Wilayah Lampung mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pemeriksaan kesehatan bagi calon dokter internship.
IDI mengusulkan agar setiap peserta menjalani skrining kesehatan secara komprehensif sebelum diterjunkan untuk bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua IDI Lampung, dr. Josi Harnos menyebutkan, rekomendasi tersebut muncul setelah pihaknya melakukan investigasi terkait meninggalnya dokter internship dr. M Zulfikar Drakel.
Hasil investigasi mengarah pada dugaan adanya penyakit penyerta atau underlying disease yang sebelumnya belum terdeteksi.
Menurut Josi, pemeriksaan kesehatan yang selama ini dilakukan bagi calon dokter internship dinilai masih terbatas pada pemeriksaan dasar.
Proses tersebut umumnya meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemeriksaan umum lainnya dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
"Selama ini mungkin hanya sebatas surat keterangan sehat dan pemeriksaan umum saja, belum ada pemeriksaan yang benar-benar komprehensif," kata Josi, dilansir Antaranews, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, skrining kesehatan yang lebih lengkap diperlukan untuk mendeteksi lebih awal berbagai penyakit yang mungkin belum diketahui oleh calon dokter. Jika ditemukan kondisi medis tertentu, dokter yang bersangkutan dapat memperoleh penanganan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
Josi menggarisbawahi, perhatian terhadap kesehatan dokter internship penting karena mereka telah berstatus sebagai dokter dan berhadapan langsung dengan masyarakat selama menjalani program internship.
"Meski merupakan bagian dari program internship selama satu tahun sebagai bentuk pengabdian kepada negara, mereka tetap harus dipastikan berada dalam kondisi kesehatan yang layak untuk bertugas," terangnya.