Monday, 03 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Musim Kemarau Mulai Berdampak, Debit Air Way Rilau Bandar Lampung Menyusut 17 Persen

03 August 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Musim Kemarau Mulai Berdampak, Debit Air Way Rilau Bandar Lampung Menyusut 17 Persen
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Perumda Air Minum Way Rilau Kota Bandar Lampung mencatat penurunan debit sumber air baku dari sungai hingga sekitar 17 persen dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, distribusi air kepada pelanggan masih berjalan normal dan belum diberlakukan penggiliran.

Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Way Rilau, Kurniawan menuturkan, penurunan terjadi pada sumber air permukaan yang berasal dari Way Kuripan, Way Jernih, dan Way Betung.

"Saat ini kondisi sumber air baku dari air permukaan mengalami pengurangan sekitar 17 persen dari kondisi normal," kata Kurniawan, saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026) .

Ia menjelaskan, instalasi pengolahan air (IPA) yang dikelola langsung Perumda masih mampu memproduksi sekitar 500 liter per detik.

Sementara IPA Way Sekampung yang beroperasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Tegineneng juga masih stabil dengan produksi sekitar 400 liter per detik, meski kapasitas terpasangnya mencapai 750 liter per detik.

Selain air permukaan, debit sumber mata air juga mulai mengalami penurunan sekitar 5–10 persen dari produksi normal sebesar 105 liter per detik.

"Rinciannya, Mata Air Batu Putih memproduksi sekitar 57 liter per detik, Tanjung Aman 40 liter per detik, dan Way Biak 8 liter per detik, " ungkapnya.

Kurniawan menuturkan hingga kini perusahaan belum menerapkan penggiliran distribusi air karena penurunan debit masih dapat diatasi.

"Kalau penurunannya masih sekitar 15 sampai 17 persen, kami belum melakukan penggiliran. Namun apabila nanti penurunan mencapai sekitar 20 hingga 30 persen, bahkan lebih dari 40 persen seperti pengalaman musim kemarau sebelumnya, maka kami akan mempertimbangkan pengurangan jam alir, terutama di wilayah layanan yang jauh dan berada di dataran tinggi," ujarnya.

Menurutnya, wilayah yang berada dekat dengan jalur perpipaan diperkirakan masih tetap memperoleh pasokan air secara normal.

Sementara pelanggan yang berada di delapan kecamatan yang dilayani IPA Way Sekampung, seperti Rajabasa, Kedaton, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan sekitarnya, juga dipastikan masih dalam kondisi aman.

"Sebagai langkah antisipasi, Perumda Way Rilau telah menyiapkan armada mobil tangki untuk melayani masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau, " jelasnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui surat pengantar dari ketua RT atau aparat kelurahan. Air akan disuplai dari instalasi pengolahan di Sumur Putri maupun Reservoir Rajabasa yang telah disiapkan sebagai titik pengisian mobil tangki.

"Saat ini sudah ada beberapa wilayah yang mengajukan permintaan bantuan, terutama di Way Laga, Telukbetung Timur, hingga kawasan Panjang. Rata-rata setiap hari kami mendistribusikan sekitar empat sampai enam mobil tangki," jelasnya.

Perumda Way Rilau juga bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memperkuat distribusi air bersih apabila kebutuhan meningkat selama musim kemarau.

Kurniawan meminta masyarakat menggunakan air secara bijak dan mulai menyiapkan tempat penampungan air di rumah masing-masing sebagai cadangan apabila nantinya diterapkan pengurangan jam distribusi.

"Kami meminta masyarakat lebih bijak menggunakan air dan memiliki tampungan air di rumah. Dengan begitu, apabila nanti ada pengurangan jam alir, kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi," tutupnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari