Wednesday, 26 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lima Kali Terbakar, Polisi Minta Warga Tak Buang dan Bakar Sampah di Pusat Kota Metro

26 August 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Lima Kali Terbakar, Polisi Minta Warga Tak Buang dan Bakar Sampah di Pusat Kota Metro
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Metro – Praktik membuang sampah sembarangan kembali menjadi sorotan di pusat Kota Metro. Bukan hanya merusak pemandangan dan mengganggu kenyamanan warga, tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung juga mulai memicu persoalan serius berupa pembakaran liar yang berpotensi membahayakan lingkungan dan pengguna jalan.

Kondisi tersebut salah satunya terlihat di Jalan Sukarso RT 20, RW 04, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat. Di lokasi tersebut, tumpukan sampah kerap ditemukan menumpuk di bawah pohon besar yang berada di tepi jalan. Ironisnya, sampah yang terus dibuang oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab itu beberapa kali justru dibakar pada malam hari.

Yang lebih mengkhawatirkan, pembakaran sampah tersebut bukan sekadar menghasilkan asap dan bau menyengat. Api yang berasal dari tumpukan sampah bahkan beberapa kali merembet hingga membakar bagian pohon besar di lokasi tersebut. Dalam catatan petugas, peristiwa serupa sudah terjadi sebanyak lima kali.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Aipda Ady N, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, pembakaran sampah biasanya dilakukan pada malam hari oleh orang yang tidak dikenal. Praktik itu terjadi di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pembuangan sampah.

“Di sekitaran sini banyak sekali masyarakat yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan dan pernah beberapa kali ketahuan ada pembakaran sampah yang merembet ke pohon besar yang ada di jalan ini,” kata Aipda Ady N kepada awak media, Rabu (26/8/2026). 

Menurutnya, setiap kali terjadi pembakaran, petugas harus berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran untuk memastikan api tidak semakin meluas. Sebab, keberadaan tumpukan sampah kering di bawah pohon membuat api berpotensi cepat menjalar, terlebih jika pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.

“Kami berkoordinasi dengan pihak Damkar untuk melakukan pemadaman. Peristiwa ini sudah lima kali terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan di lokasi bukan lagi sebatas sampah berserakan, melainkan telah berkembang menjadi ancaman keselamatan dan lingkungan," ujarnya. 

Ironisnya, aktivitas membuang sampah di lokasi tersebut disebut masih berlangsung hampir setiap hari. Padahal, berbagai imbauan hingga aktivitas pembersihan telah dilakukan oleh petugas bersama masyarakat. Namun, setelah dibersihkan, tumpukan sampah kembali muncul. Pola tersebut membuat upaya menjaga kebersihan seperti tidak pernah menemukan titik akhir.

Aipda Ady pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan bahu jalan maupun ruang publik sebagai tempat pembuangan sampah. Ia meminta setiap warga bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, termasuk memastikan sampah dibuang pada tempat yang memang telah disediakan.

“Kami meminta agar masyarakat dapat lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya dan dibuang pada tempat yang sudah disediakan,” tegasnya.

Keluhan serupa juga datang dari warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Yudha, salah seorang pengendara asal Metro Timur, mengaku terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah yang memakan sebagian bahu jalan. Selain mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tumpukan tersebut juga menimbulkan aroma tidak sedap.

“Ya, memiliki harapan pemerintah mulai gerak cepat untuk melakukan penyisiran dan pembersihan terhadap tumpukan-tumpukan sampah yang muncul di banyak titik di Kota Metro, khususnya yang berada di sepanjang bahu jalan,” kata Yudha.

Persoalan ini menjadi tamparan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting karena sebanyak apa pun lingkungan dibersihkan, persoalan akan terus berulang jika masih ada warga yang memilih membuang sampah sembarangan dan bahkan membakarnya di ruang terbuka.

Lima kali kebakaran pada satu pohon besar seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan penyisiran titik-titik rawan pembuangan liar, sementara masyarakat harus berhenti menjadikan ruang publik sebagai tempat pembuangan sampah. Pusat Kota Metro semestinya menjadi wajah kota yang bersih dan tertib, bukan menjadi tempat bertumpuknya sampah yang sewaktu-waktu berubah menjadi sumber api dan membahayakan lingkungan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari