BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Lansia) tewas setelah tertemper rangkaian Kereta Api Babaranjang di kawasan Gang Pancur, Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban diketahui bernama Mukhtar (81), warga Kampung Baru I, Kelurahan Panjang Utara. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh pencari rongsokan.
Kapolsek Panjang, AKP Irpan menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa terjadi saat Kereta Api Babaranjang Nomor KA 4009 Isian melaju dari arah Tanjung Karang menuju Tarahan.
Korban semula berdiri di dekat jalur rel untuk menunggu kereta melintas. Namun, posisinya diduga terlalu dekat dengan rangkaian gerbong.
Setelah lokomotif melewati lokasi, tubuh korban tertemper bagian gerbong hingga mengalami luka berat di bagian kepala sebelah kiri dan meninggal dunia di tempat.
"Dari keterangan keluarga, korban sudah berusia lanjut dan memiliki gangguan pendengaran atau tuli. Hal itu diduga membuat korban tidak menyadari jarak aman saat kereta melintas," kata AKP Irpan saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Usai menerima laporan, personel Polsek Panjang bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung guna dilakukan visum.
Peristiwa ini merupakan kecelakaan maut kedua di jalur rel kereta api wilayah Panjang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Sehari sebelumnya, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 23.55 WIB, seorang buruh bernama Joni Pit (49) juga meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Babaranjang di kawasan Kampung Kebon Sayur, Kelurahan Panjang Utara. Lokasi kejadian tersebut tidak jauh dari tempat kecelakaan terbaru.
Dalam peristiwa itu, korban ditemukan berada di tengah rel saat Kereta Api Babaranjang Nomor KA 4029 Isian melintas dari arah Tanjung Karang menuju Tarahan. Korban meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka parah.
AKP Irpan menyampaikan, penyebab korban berada di atas rel saat kejadian masih dalam penyelidikan.
Polisi kembali meminta masyarakat agar tidak berada terlalu dekat dengan jalur rel kereta api dan selalu memperhatikan jarak aman saat kereta melintas guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.