Wednesday, 09 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Siapkan 1.460 Peserta SMK Go Global untuk Pasar Kerja Internasional

09 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Lampung Siapkan 1.460 Peserta SMK Go Global untuk Pasar Kerja Internasional
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

sebanyak 1.460 peserta dalam program SMK Go Global yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan calon tenaga kerja agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Program tersebut menyasar tiga sektor utama yang saat ini banyak membutuhkan tenaga kerja di luar negeri, yakni sektor kesehatan, hospitality atau perhotelan, serta pertanian.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP3MI Lampung, Kombes Pol Mulia Nugraha, usai acara sosialisasi program promosi dan pemanfaatan peluang kerja luar negeri di Gedung Pusiban, Kantor Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung, Rabu (9/9/2026).

Dalam acara tersebut, BP3MI Lampung mengundang berbagai stakeholder, mulai dari kepala dinas kabupaten/kota, perguruan tinggi, SMK, lembaga vokasi hingga tokoh masyarakat di Provinsi Lampung.

Menurut Mulia, keterlibatan berbagai pihak tersebut diperlukan untuk mendukung keberhasilan program SMK Go Global, yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui kementerian terkait dalam meningkatkan kapasitas lulusan SMK maupun masyarakat umum.

"SMK Go Global ini merupakan direktif dari Bapak Presiden melalui kementerian kita terkait peningkatan kapasitas, baik itu lulusan SMK maupun masyarakat umum," ujar Mulia.

Ia menjelaskan, meski peluang kerja di luar negeri tersedia di berbagai sektor, namun untuk tahun ini Lampung mendapatkan target penempatan tenaga kerja pada tiga bidang utama, yakni kesehatan, pertanian dan hospitality.

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar di beberapa negara tujuan penempatan.

"Melalui program ini, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan mendapatkan peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi serta pelatihan teknis," katanya.

Dengan demikian, lulusan SMK maupun masyarakat yang mengikuti program tersebut diharapkan dapat menjadi tenaga kerja terampil dan mampu mengisi kebutuhan pasar kerja formal di luar negeri.

Mulia menyampaikan, salah satu kendala utama masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri adalah masalah pembiayaan untuk mengikuti pelatihan vokasi dan pelatihan teknis.

"Karena itu, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi peserta program SMK Go Global. Peserta nantinya dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan secara gratis hingga memperoleh sertifikasi sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan," sambungnya.

Setelah itu, peserta akan dipersiapkan dan disesuaikan dengan peluang kerja yang tersedia sebelum ditempatkan di negara tujuan melalui perusahaan penempatan yang sesuai dengan ketentuan.

"Pemerintah membantu dari segi pembiayaan. Jadi mereka akan gratis melakukan pendidikan dan pelatihan sampai mendapatkan sertifikasi, sampai kita match-kan dengan perusahaan yang akan menempatkannya nanti di negara penempatan," katanya.

Program SMK Go Global memberikan perhatian besar kepada lulusan SMK. Dari total kuota peserta, sekitar 75 persen diperuntukkan bagi lulusan SMK, sedangkan sekitar 20 hingga 25 persen lainnya dibuka untuk masyarakat umum.

Fokus terhadap lulusan SMK tersebut salah satunya didasarkan pada masih tingginya jumlah lulusan sekolah kejuruan yang belum terserap dunia kerja.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 200 ribu lulusan SMK di Lampung yang hingga saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya membuka akses terhadap peluang kerja internasional melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja.

"Memang kalau dilihat dari data yang ada di Disnaker Provinsi, kurang lebih 200 ribuan lulusan SMK yang sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan," ujar Mulia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa program SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh peluang bekerja di luar negeri.

Mulia juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat Lampung untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi. Hingga Agustus 2026, tercatat sekitar 18 ribu masyarakat Lampung yang berminat bekerja ke luar negeri.

"Jumlah ini cukup tinggi karena sepanjang tahun 2025, jumlah peminat yang tercatat mencapai sekitar 24 ribu orang. Baru sampai bulan Agustus saja sudah 18.000. Artinya peminat untuk ke luar negeri ini cukup tinggi," katanya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengarahkan calon pekerja migran agar tidak hanya bekerja pada sektor informal, tetapi juga mampu mengisi berbagai peluang kerja di sektor formal.

Melalui pelatihan dan sertifikasi yang diberikan, calon PMI diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan negara tujuan.

"Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan utama calon pekerja asal Lampung antara lain Taiwan, Hong Kong, Malaysia dan Jepang, serta beberapa negara lainnya," tutupnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari