Friday, 31 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Diproyeksikan Jadi Gerbang Jalur Kereta Trans Sumatera Sepanjang 1.400 Kilometer

31 July 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Lampung Diproyeksikan Jadi Gerbang Jalur Kereta Trans Sumatera Sepanjang 1.400 Kilometer
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Provinsi Lampung diproyeksikan menjadi gerbang awal pengembangan jaringan Trans Sumatra Railways yang kembali didorong Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah kini mulai menyiapkan pembaruan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan rencana pengembangan jaringan kereta yang akan menghubungkan berbagai provinsi di Pulau Sumatera hingga terkoneksi dengan jaringan kereta di Pulau Jawa dan Asia Tenggara.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menuturkan pengembangan Trans Sumatra Railways kini mulai memasuki tahap persiapan.

beragam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) telah digelar untuk memperbarui rencana pengembangan jaringan kereta api di Sumatera.

"Alhamdulillah, Pak Presiden sudah mencanangkan kembali program Trans Sumatra Railways. Jadi program ini mulai digiatkan lagi. Selain itu juga ada rencana pengembangan Trans Kalimantan Railways," kata Bambang saat dimintai keterangan, Jum'at (31/7/2026).

Menurutnya, pencanangan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah akan mulai menggerakkan tahapan perencanaan secara lebih serius.

Ia memperkirakan pada tahun depan penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS) dapat mulai dilakukan sebagai dasar penentuan trase, kebutuhan investasi, hingga tahapan infrastruktur dan pengembangan.

"Nanti kemungkinan tahun depan sudah mulai FS-nya. Saat ini kita sedang melakukan pembaruan terhadap rencana pengembangan kereta api di Sumatera melalui beberapa FGD, dan akan dilanjutkan dengan FGD-FGD berikutnya," ujarnya.

Bambang menjelaskan, Sumatera sebenarnya telah memiliki beragam jaringan kereta api yang beroperasi di beberapa provinsi seperti Lampung, Sumatera Barat (Padang), Sumatera Utara (Medan), hingga Aceh.

Karena itu, pengembangan Trans Sumatra Railways diharapkan lebih banyak berfokus pada penyambungan jalur-jalur yang saat ini masih terpisah sehingga menjadi satu jaringan transportasi rel yang utuh.

"Di Sumatera ini sudah ada beberapa provinsi yang memiliki layanan kereta api, seperti Lampung, Padang, Medan, dan Aceh. Mudah-mudahan nanti tinggal disambungkan sehingga menjadi jaringan Trans Sumatra Railways," katanya.

Ia menuturkan lebih lanjut, pengembangan jaringan tersebut nantinya juga diharapkan berjalan beriringan dengan konsep Trans Java Railways.

Dalam jangka panjang, jaringan tersebut bahkan diproyeksikan dapat terhubung dengan konsep Trans Asia Railway, sehingga membuka konektivitas transportasi lintas negara.

"Harapannya nanti jaringan layanan transportasi kereta api bisa saling terkoneksi. Tidak hanya Trans Sumatera, tetapi juga terhubung dengan Trans Jawa hingga jaringan Trans Asia," jelasnya.

Berdasarkan estimasi awal, panjang jalur yang direncanakan mencapai sekitar 1.400 kilometer dengan kebutuhan investasi sekitar Rp350 triliun.

Namun angka tersebut masih berupa proyeksi awal dan akan dihitung kembali setelah penyusunan feasibility study serta detail engineering design (DED).

"Kalau panjangnya sekitar 1.400 kilometer. Kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp350 triliun. Itu masih prediksi awal karena nanti harus melalui FS dan DED terlebih dahulu," katanya.

Bambang menjelaskan, karakteristik jaringan kereta api di Sumatera nantinya akan mengombinasikan layanan angkutan logistik dan penumpang.

Menurutnya, kebutuhan angkutan barang di Sumatera sangat besar mengingat wilayah tersebut merupakan sentra berbagai komoditas perkebunan dan hasil bumi.

"Kalau di Sumatera memang lebih dominan untuk logistik. Tetapi penumpangnya juga tetap akan berjalan secara simultan, seperti yang sudah berlangsung di Lampung. Di sini ada angkutan logistik dan juga penumpang," ujarnya.

Selain memperkuat distribusi barang, jaringan kereta lintas Sumatera juga diyakini akan memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata.

Bambang menginginkan ke depan masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Pulau Jawa menuju Sumatera, bahkan terhubung hingga Malaysia dan Singapura apabila jaringan regional telah terealisasi.

"Harapannya nanti bukan hanya mengangkut komoditas, tetapi juga menjadi moda transportasi bagi penumpang dan mendukung pariwisata. Kalau suatu saat bisa dari Jawa ke Sumatera, kemudian tersambung ke Malaysia dan Singapura, tentu akan menjadi nilai tambah yang luar biasa," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari