Thursday, 24 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kronologis Ombudsman Temukan 'Klaster Mewah' di Lapas Cibinong, Ada Warga Binaan Tinggal di Dalamnya

24 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Kronologis Ombudsman Temukan 'Klaster Mewah' di Lapas Cibinong, Ada Warga Binaan Tinggal di Dalamnya
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Temuan fasilitas hunian yang disebut menyerupai kawasan perumahan menjadi sorotan Ombudsman RI saat melakukan pengawasan pelayanan publik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Tim Ombudsman melakukan pemeriksaan langsung ke Lapas Cibinong pada Rabu (23/9/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan sebuah kompleks yang berada sekitar 100 meter dari kantin dan terpisah dari area lainnya dengan pagar kayu. Di dalam kawasan itu terdapat beberapa bangunan yang tampak seperti rumah tinggal, termasuk rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati menyampaikan, tim menemukan beberapa bangunan dengan bentuk menyerupai homestay, rumah petak hingga rumah seperti vila. Salah satu bangunan yang diperiksa memiliki beberapa fasilitas seperti sofa, televisi, meja makan dan kulkas yang di dalamnya ditemukan minuman keras.

"Ketika kami menanyakan itu rumah apa? Petugas menyampaikan bahwa itu rumah asimilasi," ujar Syafrida dalam konferensi pers, Kamis (24/9/2026), dikutip dari Detik.com.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ombudsman menemukan bangunan tersebut dihuni oleh warga binaan. Salah satu penghuni mengaku sebagai warga binaan, sementara penghuni lainnya disebut meninggalkan lokasi setelah mengetahui kedatangan tim Ombudsman.

"Jadi diduga kuat menurut kami di Lapas Cibinong terdapat fasilitas khusus untuk beberapa warga binaan," ungkapnya.

Tak hanya bangunan hunian, Ombudsman juga menemukan beberapa fasilitas lain di kompleks tersebut. Di antaranya area parkir yang terdapat dua mobil mewah, fasilitas gym, kolam serta simulator golf yang masih dalam tahap pembangunan daerah. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Ombudsman karena berada di dalam kawasan lapas.

Selain fasilitas tersebut, tim Ombudsman menemukan jalan di belakang area parkir yang digunakan sebagai akses keluar masuk kendaraan. Jalur tersebut berada di area pembuangan sampah dan tidak dilengkapi pagar pembatas. Menurut Syafrida, kondisi itu menunjukkan adanya persoalan dalam aspek pengamanan lapas.

"Di lokasi yang kami temukan ini, Ombudsman menunjukkan bahwa keamanan di lapas cibinong longgar, dan kami melihat ini punya potensi untuk keluar masuk tahanan," ungkap Syafrida.

Temuan Ombudsman tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Yudi Suseno. Ia menjelaskan bahwa kawasan yang dimaksud merupakan area asimilasi yang sebelumnya dikenal sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Menurutnya, beberapa bangunan di kawasan tersebut merupakan rumah dinas jabatan.

"Lokasi yang dimaksud oleh Tim Ombudsman adalah lokasi asimilasi, yang dulu namanya SAE, Sarana Asimilasi dan Edukasi. Di sana terdapat beberapa rumah dinas jabatan. Jadi rumah yang didatangi oleh Tim Ombudsman adalah rumah-rumah dinas jabatan yang memiliki SK Rumah Jabatan," kata Yudi saat konpers di Lapas Cibinong, Kamis (24/9).

Yudi menyampaikan, pihak Kanwil Ditjenpas Jabar masih melakukan pendalaman terhadap kondisi di area tersebut setelah inspeksi mendadak Ombudsman. Ia memastikan pemeriksaan akan dilakukan apabila ditemukan penggunaan fasilitas yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Adapun jika di area asimilasi tersebut terdapat hal-hal yang tidak semestinya, ini sedang kami dalami oleh tim. Komitmen pimpinan, kami akan lakukan pemeriksaan dan akan kami tindak sesuai aturan secara proporsional," kata Yudi.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari