Thursday, 23 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Korban Dugaan Keracunan Bubur Sumsum di Tanggamus Bertambah Jadi 63 Orang

23 July 2026 11:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Korban Dugaan Keracunan Bubur Sumsum di Tanggamus Bertambah Jadi 63 Orang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual seorang warga di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, terus bertambah.

Hingga Kamis (23/7/2026) pagi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencatat sebanyak 63 warga mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan tersebut.

Satu korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi sedang hingga berat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal menuturkan, pendataan terhadap korban masih terus dilakukan sejak kasus tersebut mencuat. Berdasarkan pembaruan data hingga Kamis pagi, jumlah warga yang terdampak meningkat dari sebelumnya 55 orang menjadi 63 orang.

"Data terakhir hingga tadi malam terdapat 63 orang yang mengalami gejala setelah mengonsumsi bubur sumsum. Kami masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para korban," kata dr. Herry Novrizal, Kamis (23/7/2026).

Dari puluhan korban tersebut, satu orang bernama Ny. Eka Apriyanti (42) dirujuk ke RS Panti Secanti atas permintaan pihak keluarga setelah kondisinya mengalami dehidrasi sedang hingga berat.

Menurut dr. Herry, kondisi tersebut terjadi karena pasien tidak bersedia mengonsumsi obat selama menjalani perawatan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

"Pasien mengalami dehidrasi sedang hingga berat dan dirujuk ke RS Panti Secanti atas permintaan keluarga," ujarnya.

Sementara itu, enam warga lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Tiga pasien dirawat di Puskesmas Sanggi, yakni Daminem Astuti (41), Nurmaini (44), dan Yeni Angraini (34). Sedangkan tiga pasien lainnya dirawat di Puskesmas Siring Betik, yaitu Rini Selpiyan (14), Wagiyem (66), dan Pariyah (51).

Dinas Kesehatan memastikan akan terus memperbarui perkembangan kondisi para korban seiring proses pemantauan yang masih berlangsung.

"Perkembangan terbaru hari ini akan kami informasikan kembali setelah data diperbarui," ujar dr. Herry.

Di sisi lain, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila menuturkan, penyelidikan dilakukan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus dan Dinas Kesehatan.

Polisi telah mengamankan sebagian bahan baku yang digunakan dalam pembuatan bubur sumsum untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Sampel bahan makanan tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna mengetahui apakah terdapat kandungan yang menjadi penyebab puluhan warga mengalami mual, muntah, diare, dan gejala lainnya setelah mengonsumsi bubur tersebut.

"Penyelidikan masih terus berlangsung. Penyebab pasti kejadian ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Selain itu, kami juga mendalami apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa ini," kata Iptu Primadona Laila.

Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi perhatian serius karena jumlah korban terus bertambah dalam waktu singkat. Pemerintah daerah bersama kepolisian menyerukan masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas kesehatan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari