Wednesday, 22 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Korban Diduga Keracunan Bubur Sumsum di Wonosobo Tanggamus Bertambah Jadi 52 Orang, Sampel Makanan Dikirim ke Labkesda Lampung

22 July 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Korban Diduga Keracunan Bubur Sumsum di Wonosobo Tanggamus Bertambah Jadi 52 Orang, Sampel Makanan Dikirim ke Labkesda Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, terus bertambah. Hingga Rabu (22/7/2026) siang, korban tercatat mencapai 52 orang.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak cepat dengan mengerahkan tim medis, membuka posko kesehatan, dan mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Data sementara yang dihimpun menunjukkan, sebanyak 49 korban merupakan warga Pekon Dadimulyo, sedangkan tiga lainnya berasal dari Pekon Banyurip.

Seluruh korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir sama, yakni pusing, mual, muntah, diare, hingga demam beberapa jam setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual oleh pedagang keliling.

Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan bertambahnya jumlah korban. Menurutnya, pemerintah pekon bersama petugas kesehatan masih terus melakukan pendataan karena tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang baru melaporkan kondisinya.

"Benar, data sementara ada 49 warga Dadimulyo dan tiga warga Banyurip yang mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan demam," kata Sukadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bubur sumsum tersebut dijual oleh seorang pedagang berinisial J yang telah berjualan keliling di wilayah Wonosobo selama lebih dari satu dekade. Pada hari kejadian, puluhan warga membeli bubur tersebut pada siang hari sebelum akhirnya mengalami keluhan kesehatan pada sore hingga malam hari.

Beberapa korban yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo di antaranya Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26). Sebagian korban lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung mengirim tim kesehatan ke lokasi. Selain memberikan pelayanan medis, petugas juga melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengetahui sumber penyebab dugaan keracunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov, menjelaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secepat mungkin sekaligus mencegah munculnya korban tambahan.

"Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk menyisir dan mendata korban serta memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis. Bersamaan dengan itu, dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini," ujar dr. Hernov.

Sebagai bagian dari proses investigasi, tim kesehatan mengambil sampel bubur sumsum yang diduga menjadi sumber keracunan, termasuk bahan baku yang digunakan pedagang. Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Sampel bubur beserta bahan mentahnya sudah kami amankan dan dikirim ke Labkesda Provinsi Lampung. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjarnegoro membuka posko pelayanan kesehatan darurat di wilayah terdampak. Tim kesehatan juga melakukan penyisiran dari rumah ke rumah untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis.

Hingga Rabu siang, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyerukan masyarakat yang sempat mengonsumsi bubur sumsum dari pedagang tersebut dan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, atau pusing agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi salah satu insiden dengan jumlah korban cukup besar di Kabupaten Tanggamus dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Kesehatan mengungkapkan akan mengevaluasi aspek keamanan pangan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap makanan siap saji yang diproduksi maupun dijual secara keliling untuk mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari